BATAM (BP) – Masalah keterlambatan pengangkutan sampah tak hanya terjadi di perumahan-perumahan. Sejumlah pusat perbelanjaan atau mal di Batam juga bernasib serupa.
Diantaranya Mega Mall Batam Center yang akhirnya memilih swakelola lantaran tumpukan sampah tak kunjung diangkut Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam.

ilustrasi
ilustrasi

”Dari tanggal 4 Januari sampai sekarang gak diangkut, akhirnya kami buang sendiri ke TPA (tempat pembuangan akhir) pakai truk sendiri,” ujar Yenie, House Keeping Mega Mall Batamcenter, Rabu (21/1).

Meski mengangkut dan membuang sendiri sampah, namun pihak Mega Mall mengaku tetap membayar iuran retribusi sampah seperti biasa. Karenanya, pengelola mal mengaku pernah mengeluh ke DKP namun tak mendapat solusi.

”Mereka bilang, di perumahan saja belum bisa terangkut apalagi mal,” kata Yenie menirukan jawaban pihak DKP.

Jika Mega Mall pilih membuang sampah sendiri, lain halnya dengan Nagoya Hill. Tak ingin sampah menggunung, maka pengelola mal pilih bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pengangkutan sampah.

”Kami menyewa arm roll (truk pengangkut sampah) sendiri, karena kalau nunggu dari DKP,tahu sendiri di perumahan saja bagaimana (terlambat diangkut). Kita paham lah dengan keterbatasan armada dan proses tender yang belum selesai,” ujar Haris F, Operasional Nagoya Hill Batam, kemarin.

Dengan menggandeng pihak ketiga, kata Haris, sampah di mal terbesar di kawasan Nagoya itu tak pernah menumpuk lama dan bisa segera teratasi. ”Mal kami kan jadi salah satu destinasi wisata, maka kita jaga agar masalah seperti itu (sampah) bisa diminimalisir,” katanya.

Langkah serupa juga diterapkan pengelola BCS Mall yang juga mengaku bekerja sama dengan pihak ketiga untuk urusan pengangkutan sampah sehingga tak ada keluhan sampah.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Kabag Humas, Ardiwinata mengatakan proses tender untuk mencari rekanan pengangkutan sampah masih berlangsung hingga 24 Januari mendatang. Akibatnya, proses pengangkutan sampah masih dilakukan semampunya oleh DKP.
”Dalam sehari dua kali shift, kami lakukan semampunya sembari menunggu ada pemenang. Mungkin Februari sudah kembali normal,” ujar Ardi.

Ardi juga meminta masyarakat bersabar dan membantu dengan swakelola semampunya untuk penanggulangan sampah tersebut. ”Pemko punya 28 arm roll, 33 dump truck, 28 becak motor dan 70 pick up, semua dikerahkan untuk mengangkut sampah di seluruh Batam saat ini,” jelasnya. (rna/ceu/cr3/ian)

Respon Anda?

komentar