BATAM (BP) – Selain pemberlakuan biaya surcharge sebesar Rp5 ribu yang dikomplain para pengguna bandara, ternyata karcis surcharge taksi bandara ini juga menggunakan tiket tahun 2012 alias sudah kedaluwarsa. Pihak bandara beralasan, tiket yang baru belum selesai dicetak.

Petugas Bandara Hang Nadim menunjukkan karcis Surcharge taxi yang sudah kedaluwarsa. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Petugas Bandara Hang Nadim menunjukkan karcis Surcharge taxi yang sudah kedaluwarsa.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Mengatasinya, pihak bandara sengaja menutupi tahun pembuatan tiket yang sudah kadaluwarsa dengan lakban berwarna putih. Sehingga penumpang tak mengetahui tahun pembuatan tiket tersebut.

Dalam tiket ditulis SK Otorita Batam (OB) Nomor 44/KPTS/KS/VI/2007. ”SK OB mengacu kepada PP Nomor 40 tahun 2000 tentang PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Kalau Bandara Soekarno Hatta payung hukumnya dari Angkasa Pura, kami (bandara) aturan Kepala OB,” ungkap Kabag Keuangan dan Umum Bandara Hang Nadim, Suwarso.

Suwarso mengatakan, surcharge awalnya akan dilaksanakan tahun 2012. ”Kami sudah mencetak tiket, namun pelaksanaannya ditunda,” kilah Suwarso.

Pemungutan surcharge baru direalisasikan awal tahun 2015 ini.

”Tiket yang baru belum selesai dicetak, karenanya menggunakan stok yang lama,” katanya lagi. (hgt)

Respon Anda?

komentar