JENAZAH Aif Rifadi, warga negara Indonesia (WNI) asal Batam yang jadi korban kapal tenggelam di sungai Yangtze, provinsi Jiangsu, TiongkokĀ  pekan lalu akhirnya tiba di Batam, Kamis (22/1) pagi. Setelah diterbangkan dari China ke Singapura, jenazah kemudian diseberangkan ke Batam melalui pelabuhan internasional di Sekupang.

Kemudian, jenazah teknisi kapal berbendera Singapura, JMS Delta itu lalu dibawa ke Masjid Kubah di Perumahan Hang Lekir Batamcenter untuk disholatkan kemudian dimakamkan di TPU Taman Langgeng Seipanas pada siang harinya.

Meski pemakaman sudah usai, suasana duka terasa dari pihak keluarga dan kerabat maupun rekan-rekan Aif di komunitas motor, Ninja Owner Batam yang turut mengantar jenazah Aif ke peristirahatan terakhirnya di Seipanas.

Victor, Humas Ninja Owner Batam mengatakan dia dan keluarga besar komunitas tersebut mengaku sangat kehilangan sosok kawan sekaligus penasehat. Ada satu hal yang membuatnya terhenyak saat mendengar kabar Aif termasuk satu diantara 22 orang korban kapal berbobot 368 ton dengan panjang 30 meter yang tenggelam Kamis (15/1) lalu tersebut.

Menurut Victor, beberapa hari jelang berangkat tugas ke China, Aif sempat datang ke rumahnya. Kepada istri Victor, Lili, sahabat korban yang juga anggota komunitas serupa, Aif mengatakan kalimat yang terus terngiang hingga kini.

“Li, ini terakhir kali aku datang ke sini, harusnya aku kumpul keluarga,” kata Victor menirukan ucapan Aif pada Lili.

Sepulang Aif dari rumah mereka, pasangan ini merasa ada yang janggal.

“Saya kok merasa berhadapan dunia yang sudah lain dari beliau,” sahut Lili yang berdiri di samping Victor kala turut mengiringi pemakaman Aif di Seipanas. (rna)

Respon Anda?

komentar