Jajaran Polresta Barelang mengamankan 75 orang yang terindikasi sebagai pelaku prostitusi dan premanisme dalam razia yang dilaksanakan di kawasan Jodoh dan Nagoya, Kamis (22/1) dini hari.

Razia yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Barelang kombes Pol Asep Safrudin itu mengatakan, ke 75 orang yang diamankan tersebut bermasalah. ” Diantaranya terindikasi premanisme, pelaku prostitusi dan pelaku pencurian,” ujar Asep, Jumat (23/1).

Polisi yang terdiri dari anggota Polresta Barelang dan jajaran kepolisian dari Polsek Lubukbaja dan Batuampar awalnya mendatangi lokasi Jodoh Square yang selama ini dijadikan sebagai lokasi transaksi esek-esek short time. Dari lokasi tersebut polisi membubarkan sejumlah anak remaja usia sekolah yang bermain billiard dan mengamankan puluhan wanita yang mangkal di sana bersama sejumlah pria yang menyediakan jasa kamar short time lengkap bersama barang bukti berupa kondom dan tisu. Tidak itu saja, sejumlah pria dewasa lain yang diduga akan melakukan tindakan prostitusi bersama wanita yang mangkal di sana juga diamankan.

Usai menyesuri kawasan Jodoh Square, anggota bergerak ke kawasan Taman kota Jodoh Boulevard dan kampung Bule Nagoya. Polisi menyisir setiap lorong dan kembali mengamankan puluhan orang. Di kawasan tersebut rata-rata yang diamankan kaum pria yang diduga sebagai pelaku premanisme tanpa dilengkapi kartu identitas.

Tujuan dari razia ini untuk menjamin kamtibnas di kota Batam sehingga masyarakat bisa nyaman menjalani aktifitas. “Batam haru aman, agar tujuan investasi dan wisata bisa tercapai dengan baik,” tutup Asep. (eja)

Respon Anda?

komentar