ilustrasi
ilustrasi

Masyarakat Batam di beberapa wilayah kembali mengeluhkan suplai air dari PT Adhya Tirta Batam (ATB) yang ngadat dalam beberapa hari terakhir. Meski tak mati total, namun jadwal mampetnya kran air ATB dalam sehari bisa dihitung.

Seperti yang dialami Ema, warga Tiban BTN yang mengeluh lantaran air di rumahnya hanya menyala di saat bukan jam sibuk. Dia mengaku kondisi itu sudah terjadi sejak tiga hingga empat tahun terakhir.

”Rutin itu (air ATB mati, red), jadi kalau pagi pukul 06.00-09.00 WIB itu mati air, lalu nanti sore pukul 17.30-20.00 WIB itu juga langganan mati lagi. Sudah hafal kita, sudah bosan kami mengeluh ke ATB,” kata Ema kepada Batam Pos, Jumat (23/1).

Meski di perumahannya keluhan air ngadat kerap terjadi, namun di sebagian wilayah Tiban lainnya kendala itu tak terjadi. Seperti di Tiban Raya maupun Tiban Ayu yang airnya tak mampet kecuali ada pengerjaan atau perbaikan dari pihak ATB.

Hal serupa juga terjadi di kawasan Sengkuang dan Batuampar. Arofa, warga Sengkuang mengaku air di rumahnya sering mampet saat pagi hari. ”Kadang nyala itu malam hari pukul 21.00 WIB. Jadi ya jam itu kita penuhi bak buat persediaan air,” kata ibu dua orang anak tersebut.

Arofa awalnya mengira perusahaan air yang terikat kerja sama dengan BP Batam itu tengah melakukan perawatan atau perbaikan saluran air. Namun nyatanya, sudah beberapa hari terulang kembali sejak awal pekan kemarin.

”Tolonglah diperbaiki, air kan kebutuhan utama masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya di kawasan Tiban BTN dan Sengkuang, kondisi serupa juga terjadi di Perumahan Beverly. Air mengalir hanya pagi dan sore saja.

Dihubungi terpisah, Coorporate Communication Manager PT ATB, Enrico Moreno mengatakan pihaknya belum mendapat laporan terkait keluhan-keluhan masyarakat tersebut. Pihaknya juga mengaku sedang tidak melakukan perbaikan skala besar yang bisa mengakibatkan tersendatnya aliran air ke rumah warga dalam durasi yang lama atau berkepanjangan.

”Nanti kita (maksudnya ”kami”, red) cek, saya butuh detail lokasi dan permasalahannya,” kata Enrico.

Hanya saja, sambungnya, jika kendala hanya berupa mati air dalam beberapa jam kemudian air kembali mengalir lancar berarti sedang terjadi perbaikan skala kecil.

”Kalau perbaikan pipa bocor, mati sebentar itu biasa. Tapi (keluhan lainnya) nanti kita (kami, red) lihat,” jelasnya. (rna)

Respon Anda?

komentar