Jalan raya di Bengkong Sadai di depan Kantor Camat Bengkong sekitar pukul 17.00 WIB, Minggu (25/1), heboh dan mencekam. Dua kelompok remaja yang diduga anggota geng motor saling serang.

ilustrasi
ilustrasi

Jumlahnya menurut saksi mata di lokasi kejadian puluhan bahkan mungkin seratusan orang. Para remaja yang ditengarai masih berstatus pelajar itu mempersenjatai diri mereka dengan golok, parang, pedang, dan benda keras lainnya.

“Beberapa orang terlihat mengacungkan parang bahkan pedang,” ujar Taka, salah satu saksi mata di TKP (tempat kejadian perkara) kepada Batam Pos.

Ia menuturkan, aksi saling serang antara dua geng motor itu berlangsung cukup lama. Ironisnya, tak satupun anggota kepolisian yang mendatangi lokasi. Padahal, jarak kantor Polsek Bengkong dengan lokasi dimana tawuran antar geng motor itu hanya beberapa ratus meter.

Sumber lain di lokasi kejadian menyebutkan, tawuran itu diduga akibat salah satu anggota geng motor bersenggolan motor dengan geng motor lainnya. Tak terima motornya kena senggol, rekan-rekan mereka yang memang beriringan dengan sepeda motor masing-masing langsung beringas.

“Saling kejar itu sampai ke gapura Bengkong Sadai. Ada juga yang berlarian hingga masuk ke dalam rawa-rawa yang ada di dekat (resto) Golden Prawn,” ujar warga.

Kapolsek Bengkong AKP Syamsu Rizal ketika dikonfirmasi tadi malam atau beberapa jam setelah kejadian mengklaim belum terjadi tawuran antara dua kelompok geng motor tersebut.

Tapi pihaknya telah siaga penuh di lokasi untuk mencegah terjadi aksi susulan. “Karena ada informasi akan ada serangan lagi jadi kami siaga ini,” ujar Syamsul Rizal.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Didik Erfianto menampik telah terjadi tawuran hingga adanya jatuh korban. Menurut Didik, berdasarkan laporan yang diterimanya, ada sekelompok warga dan anak-anak yang jumlahnya puluhan orang mengatasnamakan salah satu geng motor yang hendak berbuat onar.

“Tapi tidak saling serang. Anggota Polsek juga telah disiagakan,” kata Didik Erfianto, tadi malam.

Sebelumnya, Kapolresta Barelang Kombes Asep Syaifuddin menyatakan salah satu prioritas pihaknya di Batam saat ini adalah ‘perang’ melawan geng motor yang kian meresahkan karena tidak sedikit dari aksi mereka menelan korban jiwa.

Untuk upaya pencegahan, Asep juga telah mengerahkan anggotanya untuk mengikuti apel pagi di sekolah-sekolah agar para pelajar tidak terlibat kelompok geng motor dan berbuat anarkistis.

Tidak sedikit warga Batam menjadi tumbal keberingasan anggota geng motor. Pasalnya, anggota geng motor ini tak segan-segan merampok bahkan membunuh korbannya.

Salah satunya Dwi Melianingsih, siswi kelas I akuntansi SMKN 2 Batam yang ditikam dan dirampok oleh anggota Geng Ganesa bernama Deski Romendo di pantai Kampung Nelayan, Tanjung Teritip, Lubukbaja, Sabtu (24/5) 2014 silam. Remaja 16 tahun itu pun tewas setelah beberapa pekan dirawat di rumah sakit.

Korban lainnya yakni Sofyanto dan Indra warga Kampung Terih, Sambau Nongsa. Tangan Indra,14, luka parah karena ditebas pakai parang sedangkan temannya Sofyanto lolos dari amukan geng motor sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat (3/5) lalu.

Daniel,21, juga menjadi korban pengeroyokan geng motor di depan Vihara Batam Center, Minggu (27/10) lalu. (spt/ali)

Respon Anda?

komentar