BATAMKOTA (BP) – Jangan bermain “api” di tempat mesum, atau enggak, Anda akan kena getahnya seperti yang dialami lebih dari 10 pasangan yang lari kocar-kacir saat jajaran Polresta Barelang merazia mereka di kawasan tepi pantai pasir putih, Batam Centre, Sabtu (24/1) malam lalu.

Saat polisi memasuki pintu pantai tersebut, para muda-mudi langsung mencoba membubarkan diri. Namun sebagian dari mereka tertangkap basah. Tujuh pasangan yang diduga sedang berbuat mesum tak bisa mengelak. Mereka langsung didata dan diminta supaya tidak kembali lagi ke daerah tersebut.

Salah satu yang diamankan, remaja perempuan yang tak disebutkan namanya terus menangis dan meminta jangan ditangkap. Ia mengaku baru pertama kali ke sana dan tak berbuat apa-apa. ”Saya hanya penasaran dengan tempat ini. Saya tak berbuat apa-apa,” ujarnya sambil menangis.

Menurut informasi, lokasi yang berada di pinggir laut kawasan Batam Centre tersebut sering dimanfaatkan muda-mudi berbuat mesum. Untuk bisa memasuki kawasan tersebut, sekelompok orang yang mengaku menjaga lokasi tersebut memungut uang Rp10 ribu persepeda motor.
”Disini ramai terus. Apalagi malam minggu. Ada yang pakai motor, ada yang bawa mobil juga. Mereka bebas saja mau ngapain. Di dalamnya kan gelap,” ujar salah seorang warga yang enggan namanya dikorankan.

Selain itu, dalam gelar razia penyakit masyarakat ini, polisi juga memburu kawanan geng motor dari seputaran Batam Centre.

Kabag Ops Polresta Barelang, Kompol Deden Hidayatullah yang turun langsung ke lokasi mengatakan razia itu merupakan kegiatan rutin untuk meningkatkan ketertiban dan keamanan di wilayah tugas Polresta Barelang. Razia itu juga bertujuan untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang marak dilakukan oleh geng motor kriminal.
”Ini bukan operasi, namun kegiatan rutin. Juga bertujuan untuk mengantisipasi tindak kriminal seperti geng motor. Kita lakukan agar geng motor di Batam tidak bisa berkembang seperti yang telah terjadi di Bandung,” katanya di sela razia. (she)

Respon Anda?

komentar