LAPORAN mengenai kasus penipuan dan penggelapan sejumlah uang yang diduga dilakukan Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Teuku Hamzah Husen sesuai laporan Pemilik PT Speed Engineering Batam A Tjan kini memasuki babak baru.

Kepolisian Resort Barelang akan segera memeriksa terlapor. Hal ini diungkapkan Penyidik Satreskrim Mapolresta Barelang. “Barusan pelapor melengkapi berkas laporan. Mungkin Rabu atau Kamis besok, kami akan panggil dan periksa terlapor,” ujar Sumber penyidik tersebut kepada Batam Pos, Senin (26/1).

Laporan penipuan dan penggelapan sudah masuk sejak Kamis (22/1) lalu. “Namun proses penyelidikan baru akan dimulai kemarin sore setelah ada persetujuan LPnya dari kasat (Kasat Reskrim Kompol Didik Erfianto),”ujar sumber tersebut.

Sumber menjelaskan, dalam laporannya, Teuku Hamzah dinilai tidak punya itikad baik dengan masalah utangnya tersebut. Pasalnya upaya penagihan dan pendekatan serta memberikan diskon 10 persen tak digubris terlapor. Sehingga A Tjan melaporkan kasus penggelapan dan penipuan tersebut.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin mengatakan, laporan dugaan penggelapan dan penipuan tersebut masih terus didalami dan akan segera memanggil terlapor untuk diperiksa.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Teuku Hamzah Husen wakil ketua III DPRD kota Batam dilaporkan ke Mapolresta Barelang, Kamis (22/1) sore. Politisi partai Demokrat itu dilaporkan oleh A Tjan pemilik PT Speed engineering Batam terkait penipuan dan penggelapan, yakni tidak membayar utang sebesar 40 ribu dolar Singapura kepada pelapor.

Februari 2014 silam, PT Garuda Satria Perkasa membuat sebuah kapal. Sparepart kapal tersebut diambil dari PT Speed Engineering Batam selaku penyuplai sparepart galangan kapal di Batam.”Pembuatan kapal sudah selesai sejak April tahun lalu, sejak saat itu, sudah empat kali kami tagih tunggakan dengan total sekitar 40 ribu Dollar Singapura, tapi selalu ada alasan untuk menunda membayar,”kata A Tjan.

Merasa dipermainkan oleh kelakukan Hamzah, A Tjan memutuskan untuk melapor ke Mapolresta Barelang dengan harapan, terlapor bisa segera melunasi tagihannya tersebut. (eja)

Respon Anda?

komentar