PT GMF (Garuda Maintenance Facility) Aeroasia, salah satu anak perusahaan maskapai Garuda Indonesia dipastikan batal membangun hanggar MRO (Maintenance Repair and Overhaul) di Bandara Hang Nadim Batam. Perusahaan tersebut memilih investasi di Bintan dengan nilai investasi sekitar 50 juta dolar Amerika.

”Mereka (PT GMF Aeroasia,red) tidak jadi di Batam. Mungkin ada alasan atau pertimbangan lain. Itu urusan mereka,” kata Dwi Djoko Wiwoho, Direktur PTSP dan Humas BP Batam, Senin (26/1).

Djoko mengatakan perusahaan tersebut sebelumnya berminat membangun hanggar tidak jauh dari hanggar Lion Air yang sudah mulai beroperasi. Meski demikian, ia mengaku ada perusahaan lain yang mungkin berminat untuk membuat hanggar di Batam.

Ditanya kemungkinan harga lahan yang terlalu mahal, Djoko membantah. ”Tidaklah. PT GMF tidak pernah menyampaikan keluhan terkait pelayanan di BP Batam. Mungkin ada pertimbangan lain saja,” katanya.

BP Batam dan Garuda sendiri sudah sempat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) awal 2014 lalu.

Sebelumnya HM Sani, Gubernur Kepri juga sudah pernah mengatakan bahwa PT GMF tersebut akan membangun hanggar di Bintan.

Kepala BP Batam Mustofa Widjaja mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan akan pindahnya perusahaan tersebut ke Bintan. ”Kalau pindah ke Bintan, tidak masalah. Kan tak harus di Batam. Tapi kalau realisasinya di Batam, kita akan memberikan kesempatan,” Katanya.

Ia mengatakan Badan Pengusahaan Batam sebagai pengelola Bandara Hang Nadim diakui siap memfasilitasi rencana investasi. Di mana BP Batam melakukan sejumlah perbaikan fasilitas di Batam termasuk penambahan garbarata, penambahan area parkir, peningkatan pendingin ruangan dan sebagainya.

”Kami juga terus meningkatkan sistem keselamatan penerbangan,” kata Mustofa.

Sebelumnya Direktur Utama GMF Aeroasia, Richard Budihadianto mengatakan  sedang berencana mengembangkan usahanya di Bintan dan akan menyewa lahan pemerintah Kabupaten Bintan. Di mana hanggar ini direncanakan untuk membidik pelanggan maskapai dari luar negeri.

Richard memperkirakan PT GMF Aeroasia akan butuh lahan seluas 150 hektare, dan ditargetkan selesai pada tahun 2016. Ia berharap ini akan segera beroperasi. Letak Kepri yang dekat dan berbatasan dengan luar negeri sangat mendukung pembangunan hanggar di Kepri. (ian)

Respon Anda?

komentar