Gintoyono. Foto: Wijaya Satria/Batam Pos
Gintoyono.
Foto: Wijaya Satria/Batam Pos

BATAM (BP) – Dinas  Tata Kota (Distako) Batam memutus kontrak kerja dua perusahaan yang menjadi rekanan mereka karena tidak menyelesaikan proyek fisik di tahun 2014, sesuai kontrak yang telah disepakati. Proyek tersebut adalah lapangan bola di Batubesar Nongsa dan pengerjaan jalan sepanjang 700 meter di sekitar Duriangkang.

”Saya lupa nama perusahaanya, tapi itu kalau tidak salah satu dari perusahaan Surabaya. Kita sudah putus kontraknya. Cuma dua proyek itu yang tidak selesai di 2014 lalu,” kata Gintoyono, Kepala Distako Batam.

Gintoyono mengatakan sesuai dengan ketentuan, dua perusahaan tersebut tidak akan bisa lagi ikut dalam lelang selama dua tahun ke depan. Di mana yang putus kontrak tersebut sudah disita jaminan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

”Dua proyek itu, melalui lelang. Kita tidak menduga akan seperti itu,” katanya.

Untuk pengerjaan jalan sepanjang 700 meter di sekitar Duriangkang itu sudah langsung diambil alih pusat. Sehingga Pemko tidak mengeluarkan uang atau dana sama sekali. Sementara untuk lapangan bola akan kembali dilelang ulang.

”Kalau untuk lapangan bola ini, kita akan tunggu ada pemenang lelang yang baru. Anggaran untuk pembangunann kedua proyek tersebut miliaran. Saya tidak tahu persis berapa anggarannya,” katanya.

Sebelumnya, ada empat perusahaan yang masuk dalam daftar hitam di website LPSE Pemko Batam, di antaranya CV Putra Panca Jaya. Perusahaan ini baru bisa akan efektif kembali pada 30 September 2016 mendatang, di mana pimpinan perusahaannya adalah Mukrizam sebagai Direktur dan Hernawati sebagai komisaris.

Perusahaan selanjutnya yang masuk daftar hitam adalah CV Ramadhan. Badan usaha ini baru akan bisa efektif pada 16 September 2016 mendatang. Pimpinan perusahaan ini adalah Supriyanto sebagai Direktur dan Zainab sebagai wakil direktur. Perushaaan ketiga adalah CV Ikrar Sejahtera yang baru bisa efektif pada 24 Desember 2016 mendatang. Perusahaan dipimpin oleh Ammar sebagai Direktur, dan Indrayana dan Zuraidah sebagai wakil direktur.

Dan perusahaan keempat adalah PT Surya Indah Cemerlang. Perusahaan ini baru akan bisa efektif pada 29 Desember 2016. Di mana dialam perusahaann tersebut Irwan Darmawan bertindak sebagai komisaris. (ian)

Respon Anda?

komentar