BATAMKOTA (BP) – Tjandra Juana alias Leo melalui kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution dan Andri Agam akhirnya melayangkan memori banding atas putusan gugatan perdata perkara wan prestasi di Pengadilan Negeri (PN) Batam yang dianggap kabur (obscure libel) ke Pengadilan Tinggi (PT) Riau.

Bukan hanya itu, ia juga melaporkan dugaan pemalsuan surat mengatasnamakan PN Batam ke Polda Kepri. Dimana isi surat itu memerintahkan agar notaris menyerahkan dokumen-dokumen sertifikat tanah seluas 32.892 meter persegi di Kawasan Kabil, Nongsa kepada pihak tergugat Nurleli Siagian.

Razman mengatakan pihaknya telah menyampaikan materi memori banding kasus sengketa lahan dengan Nurleli Siagian (tergugat) seluas 32.892 meter persegi di Kawasan Pengembangan Pantai Timur Kabil, Nongsa. Memori banding itu berisikan tentang putusan hakim PN Batam yang dinilai tak jelas, kabur, dan tidak memenuhi azas keadilan. Sehingga sesuai dengan UU, pihaknya melakukan proses banding ke PT.

”Kita telah sampaikan memori banding. Kita juga menyertakan clausal yang membuktikan putusan majelis Merrywati tidak memenuhi azas keadilan dalam persidangan,” kata Razman usai menyerahkan memori banding ke PN Batam, kemarin.

Menurut dia, materi banding disertai dengan data yang menjelaskan jika hakim Merrywati telah mengabaikan beberapa bukti selama persidangan. Dimana seharusnya bukti tersebut jadi bahan pertimbangan majelis hakim dalam memutus perkara.

Yang lebih tak masuk akal, lanjut Razman, putusan majelis hakim hanya mengambil satu unsur dalam pasal 9 terkait pembayaran PBB. Dan tidak mempertimbangkan pembayaran yang telah dilakukan kliennya melalui notaris yang telah disepakati kedua belah pihak.

”Karena tergugat tidak memenuhi diktum bukan karena tidak dibayar klien kita, tapi dititip ke notaris. Item per item terpenuhi. Klien kami ready stock. Ada pembayaran melalui ibu Nita selaku notaris. Dalam persidangan hal itu tidak diulas dan tidak dipertimbangan majelis,” katanya lagi.

Razman berkeyakinan, memori banding yang telah diajukan akan menang di PT meskipun perkara tersebut akan sampai ke tahap Kasasi di Mahkamah Agung. Apalagi, jika dilihat dari isi memori yang lengkap dengan data-data baru. ”Dengan data dan bukti baru kita yakin akan menang,” sebutnya. (she)

Respon Anda?

komentar