Pementerian Perdagangan (Kemendag) secara resmi melarang peredaran buah apel jenis Granny Smith dan Gala dari California, Amerika Serikat. Namun, di Batam, dua jenis apel yang mengandung bakteri itu masih dijual bebas.

 

Apel seperti inilah yang dinyatakan mengandung bakteri brebahaya. foto: cecep mulyana / batampos
Apel seperti inilah yang dinyatakan mengandung bakteri brebahaya.
foto: cecep mulyana / batampos

Batam Pos menemukannya berjajar rapi dengan buah-buahan lain di rak buah di toko buah di seputaran pertokoan Bumi Indah Nagoya, kemarin (29/1). Di sana, apel Granny Smith tampak mentereng di antara apel-apel jenis lain.

”Ini bukan apel dari Malang. Ini apel dari Amerika,” kata penjual buah.

Apel Granny Smith memiliki kulit berwarna hijau terang. Ukurannya terbilang kecil. Hanya segenggaman tangan orang dewasa. Apel itu dijual dengan harga Rp 35.000 per kilogram.

”Apel yang ini (Granny Smith, red) lebih disukai dari apel Malang,” tuturnya lagi.

Selain di pedagang tepi jalan, apel jenis Granny Smith ini juga dijumpai di supermarket. Apel ini dijual dengan harga Rp 3.150 per seratus gram atau Rp 31.500 per kilogram.

Masih di lokasi yang sama, apel jenis Gala yang juga dilarang beredar, disusun dalam rak terpisah. Apel berwarna merah gelap dengan semburat kuning itu tampak segar dengan bulir-bulir air di bagian kulitnya. Apel jenis Gala dijual sedikit lebih mahal. Yakni, Rp 3.390 per seratus gram atau Rp 33.900 per kilogram.

Kemendag mulai melarang peredaran kedua jenis apel tersebut lantaran keduanya diduga terkontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes. Informasi tersebut datangnya dari Emergency Contact Point International Food Safety Authorities Network (INFOSAN) melalui surat peringatan bertanggal 17 Januari 2015.

Selain itu, pemerintah juga menerima surat dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta bertanggal 19 Januari 2015. Kedua surat itu menerangkan telah terjadi kasus keracunan akibat mengonsumsi apel jenis tersebut di Amerika Serikat.

Respon Anda?

komentar