foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

Kampung nelayan bukit Penambi, kelurahan Belian, Batam Center terbakar, Sabtu (31/1) siang. Delapan rumah warga berada di bibir pantai lokasi bukit itu terpaksa mengungsi karena kebakaran hutan dan pinggir pantai tak terkendali.

Hingga pukul 16.00 WIB, api masih berkobar dengan jarak sekitar 20 meter dari pemukiman warga. Puluhan warga di sana berusaha memadamkan api dengan perlatan seadanya. Ada yang menyiram air menggunakan ember ada juga yang memadamkan api pakai dedaunan.

Tak ada bantuan dari armada pemadam kebakaran.

Anton dan Maria pasangan suami istri yang merupakan sesepuh di pemukiman nelayan itu kepada wartawan menuturkan penyebab kebakaran tak diketahui secara pasti. Namun kuat dugaan kebakaran itu sengaja dibakar oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

“Api mulai dari atas dekat lokasi reklamasi itu. Angin kencang dengan arah tak menentu, makanya bukit ini sudah habis terbakar, sekarang sudah mau dekat dengan rumah kami,” ujar Anton sekitar pukul 16.00 WIB.

Warga setempat memang menyadari kebakaran itu, hanya saja mereka tak bisa menghubungi pihak pemadam kebakaran karena tak punya nomor telepon pemadam kebakaran. Bahkan beberapa warga mengaku tak punya alat komunikasi (ponsel) karena tak memiliki sambungan listrik.

“Dari tadi siang, kami hanya bisa siram seaadanya tapi api semakin besar, semua anak-anak sudah kami ungsikan ke atas (lokasi aman dekat lokasi reklamasi),” kata Maria.

Penyebab kebakaran, warga menduga, adanya unsur kesengajaan oknum tertentu, yang ingin menguasai lahan perbukitan itu. Pasalnya, lokasi rawa-rawa di bagian depan dan samping pemukiman nelayan itu sudah ditimbun untuk pembangunan.

“Tinggal di sini saja yang belum digusur, beberapa hari belakangan ini banyak orang datang survei lahan perbukitan ini, mungkin mereka yang bakar sengaja mau usir kami dari sini,” tutur Anton.

 

foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

Lokasi kebakaran memang tak begitu familiar terdengar. Arah menuju ke sana ialah dari arah Sincom kita menuju ke arah perumahan PLN, jangan belok ke kanan tetapi belok ke kiri. Ikuti jalan itu maka ketemulah permukiman warga ini.

Permukiman Belian Tua RT01/RW06 kelurahan Belian, Batam Center itu, sudah ada sejak tahun 1960 an. Selama ini warga di sana menyambung hidup dari melaut dan membakar arang. Sampai saat ini pemukiman itu belum tersentuh askses jalan yang pantas, pasokan air bersih dan listrik PLN.

Sampai sore menjelang malam kemari, warga di sana masih terus berjibaku melawan kobaran api yang mulai merambat memasuki permukiman mereka. (eja)

Respon Anda?

komentar