Kombes Pol Wiarso Ditnarkoba Polda Kepri memeriksa pengunjung salah satu‎ hiburan malam di Nagoya. foto: dalil harahap / batampos
Kombes Pol Wiarso Ditnarkoba Polda Kepri memeriksa pengunjung salah satu‎ hiburan malam di Nagoya.
foto: dalil harahap / batampos

Polda Kepri dan Polresta Barelang, menggeledah sejumlah lokasi hiburan malam dan diskotek di kawasan Nagoya dan Jodoh, Sabtu (31/1) dini hari. Tujuannya untuk menekan angka peredaran Narkoba di kota Batam yang kian marak.

Saat operasi pekat (penyait masyarakat) itu polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti narkoba berupa pil ektasi dan empat pria di salah satu ruang VIP diskotik. Operasi ini diduga telah bocor.

“Kalau nggak bocor, pasti banyak yang ketangkap,” ujar Irwan salah satu pemilik warung dekat salah satu diskotik di Jodoh.

Sekitar 100 personel polisi dari Polda, Polres dan Provos mulai mendatangi lokasi hiburan malam sekitar pukul 23.00 WIB, Jumat (30/1) malam.

Usai mengikuti apel bersama di depan Mapolresta Barelang, tim tersebut mendatangi lokasi hiburan malam di wilayah Nagoya. Petugas bersenjata itu, menyisir salah satu diskotik sampai ke dalam ruang VIP.

Ruang VIP yang ada pengunjung diperiksa. Beberapa pil ineks, dan sejenis lainnya, ditemukan di ruang vip tersebut. Empat orang pengunjung berhasil diamankan karena ketahuan menggunakan narkoba jenis pil tersebut.

Tidak itu saja, petugas juga memergoki, seorang pria tanpa identitas yang tengah bercumbu dengan seorang wanita muda di dalam lokasi VIP.

“Yang ketahuan menggunakan narkoba kami angkut, yang tanpa identitas kami data dan beri pengarahan,” ujar Direktur Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Wiyarso yang memimpin razia tersebut di lokasi razia.

Sekitar pukul 24.00 WIB, polisi bergerak ke wilayah Jodoh. Di sana polisi juga menggeledah lokasi hiburan malam dan diskotik. Sejumlah obat-obatan terlarang ditemukan berserak di kamar VIP salah satu diskotik. Namun polisi tak mengamankan pemiilik karena saat didatangi petugas pemakai kamar VIP sudah duluan kabur. Razia diduga sudah bocor.

Wiyarso menjelaskan, meskipun terindikasi bocor, namun razia akan tetap digencarkan khusus untuk pemberantasan peredaran Narkoba.

“Ini upaya kami memberantas dan memutus jaringan narkoba. Ini untuk mengantisipasi peredaran narkoba di tempat hiburan malam. Saat ini semua wilayah sudah dimonitor. Kepri harus bebas Narkoba,” kata Wiyarso.

Sementare mereka yang ditangkap karena kedapatan menggunakan Narkoba akan diperiksa lebih lanjut untuk membuka siapa jaringan pengedar barang haram itu. (eja)

Respon Anda?

komentar