Hendra, petugas parkir di pasar Tos 3000, Jodoh ditangkap Polisi, di kawasan Pelita, Batam Rabu (28/1) lalu.

Pria 30 tahun itu ditangkap bersama lima rekannya karena diketahui sebagai jaringan pemecah kaca mobil dan pencurian sepeda motor (Ranmor) yang kerap beraksi di beberapa wilayah kota Batam belakangan ini.

ilustrasi
ilustrasi

Hendra punya rekan saat menjalankan aksi, ada Rian, 26, Hasan 40, Romi, 23, Indra, 43, dan Dani Sitorus, 25. Hendra merupakan residivis kasus pemalakan di Palembang. Bebas dari penjara, Hendra ke Batam lalu membentuk tim pemecah kaca mobil dan ranmor tersebut sejak Oktober 2014 lalu. Komplotan ini diketahui sudah 14 kali membobol mobil warga Batam dan mencuri sejumlah sepeda motor.

Untuk memuluskan aksi kejahatan mereka itu, Hendra memilih profesi sebagai tukang parkir untuk memantau sasaran baik sepeda motor maupun mobil yang akan dijadikan sasaran.

Kapolresta Barelang dalam siaran Pers di Mapolresta Barelang, Jumat (30/1) menuturkan, terungkapnya jaringan pemecah kaca mobil dan ranmor ini bermula dari laporan korban yang mobilnya di bobol di kawasan pasar PJB, Sagulung, sepekan yang lalu.

Mulanya polisi menyergap Hendra di kawasan Pelita. Tanpa perlawanan pria bertato itu tak bisa berkutik saat ditangkap polisi. Dari nyanyian Hendra, polisi membekuk, Rian di Kampung Becek, Sagulung, Hasan di SPBU Pelita, Romi dan Indra di ruli Seraya serta Dani Sitorus di perumahan Marina Kota Mas, Sekupang.

Dari tangan para pelaku ini, Polisi mengamankan salah satu mobil rental yang dipakai komplotan ini untuk melakukan aksi kejahatan, ponsel, sejumlah dokumen pribadi dan kendaraan para korban serta busi dan obeng yang dipakai para pelaku untuk membobol kaca mobil.

“Pada umumnya modus untuk membobol mobil, para pelaku ini menyewa mobil rental, kemudian keliling cari sasaran. Saat ketemu sasaran mereka pura-pura parkir dekat mobil yang diincar, begitu ada kesempat mereka beraksi menggunakan busi atau obeng,” ujar Asep.

Modus lain sambung Asep, para pelaku juga beraksi di lokasi parkiran yang sudah dipantau aman.

“Total sudah 14 TKP mereka membobol mobil warga, tapi Ranmor baru satu yang diakui,” ujar Asep.

14 TKP yang diketahui dari aksi kejahatan jaringan ini, diantaranya parkiran pasar PJB, Parkiran toko bangunan Aviari, Piayu Laut Seibeduk, Parkiran Seafood Jembatan Barelang, Parkiran Kepri Mall, Parkiran SD Tanjung Sengkuang, Parkiran Mitra Mall Batuaji, parkiran Sekolah di Tiban Kartini, Parkiran Golden Prawan, Parkiran Masjid di Botania, parkiran pasar Tanjung Piayu, Parkiran JNE pasar Penuin dan parkiran Mega Mall.

Sementara sepeda motor yang dicuri di kawasan pasar Tos 3000 yang dilakukan oleh Hasan. Sepeda motor tersebut sudah dijual. Uang hasil kejahatan komplotan ini bagi rata untuk kebutuhan harian dan berfoya-foya.

Komplotan ini diancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman tujuh tahun penjara. (eja)

Respon Anda?

komentar