Tim terpadu saat menertibkan tanaman warga di kawasan Dam Duriangkang, Seibeduk, Rabu (19/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Tim terpadu saat menertibkan tanaman warga di kawasan Dam Duriangkang, Seibeduk, Rabu (19/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tim terpadu yang terdiri dari Ditpam BP Batam, TNI, Polri dan Satpol PP Batam kembali melakukan penertiban di kawasan Dam Duriangkang, Rabu (19/10).

Dalam penertiban yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB, tim terpadu yang terdiri dari ratusan itu, selain menertibkan bangunan liar, juga menertibkan kebun sayur.

“Tujuan untuk melestarikan hutan lindung yang ada di Dam Duriangkang yang merupakan sumber air Kota Batam,” ujar Kasubdit Pengamanan Instalasi Aset BP Batam, Izhar, di lokasi penertiban, kemarin.


Sementara itu, Korlap Penertiban dari BP Batam Salim mengatakan, penertiban tersebut merupakan agenda rutin dalam rangka memelihara Daerah Tangkapan Air (DTA). Saat penertiban tidak ada perlawanan dari warga, karena warga yang bermukim dilokasi itu sudah diperingati hingga SP3. “Mereka tahu berada di tempat yang salah,” ujar Salim.

Salim mengatakan, sedikitnya ada puluhan bangunan liar di sepanjang Dam Duriangkang yang ditertibkan. “Sudah ditempati warga delapan sampai sembilan tahun lamanya,” kata Salim.

Menurut Salim, aktivitas warga di sekitar Dam Duriangkang sudah mengganggu serapan air. Untuk itu penertiban kita lakukan. Ke depan penertiban tersebut akan terus dilakukan.

“Penertiban 2016 ini sampai November. Nanti lanjut lagi 2017,” ungkap Salim.

Salim berharap warga tidak lagi menempati Dam-dam yang ada di Batam, dam merupakan tempat serapan air untuk kepentingan masyarakat.

“Masyarakat berkebun sebagian punya rumah di luar,” tutupnya. (cr14)