Dragon Boat Race. foto:disparbud tanjungpinang
Dragon Boat Race. foto:disparbud tanjungpinang

batampos.co.id – Lomba perahu naga (dragon boat) yang ditaja Pemerintah Kota Tanjungpinang masih menjadi ajang olahraga yang memikat bagi sejumlah atlet dayung dalam dan luar negeri. Terbukti, tahun ini ada tujuh tim dari tiga negara jiran yang akan ikut berlaga di lintasan Sungai Carang hari ini, Jumat (21/10).

Iklan

“Dua tim dari Brunei Darussalam, satu tim dari Singapura, dan empat tim dari Malaysia,” ujar Kepala Bidang Destinasi Wisata Disparbud Tanjungpinang, Tamrin Dahlan, kemarin.

Minat negara jiran ini ditandai Tamrin sebagai sebuah bukti bahwasanya dari tahun ke tahun gelaran rutin lomba perahu naga masih menjadi daya tarik bagi program peningkatan kunjungan wisata asing. Sebab itu panitia penyelenggara selalu mengupayakan yang terbaik agar gelaran setiap tahunnya semakin sukses. Promosi lebih gencar pun tidak dilupakan.

Sebab, kata Tamrin, dari sinilah kegiatan pariwisata yang ditaja Pemko Tanjungpinang semakin terdengar dan menarik minat yang ingin bertandang. “Kalau promosinya tidak gencar, bagaimana bisa orang asing sampai ikut main di sini,” katanya.

Selain itu keberadaan tujuh tim asing yang sudah memastikan bakal berlaga juga secara tidak langsung menjadi sebuah garansi betapa Tanjungpinang masih sanggup menggelar kegiatan bertaraf internasional di tengah-tengah kondisi keuangan yang belum lagi membaik. Keseriusan helatan lomba balap perahu naga ini bahkan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

Pada ajang tahun ini akan memperebutkan hadiah total senilai Rp 170 juta yang diikuti 51 tim dari dalam dan luar negeri. Selain tujuh tim dari negara jiran, peserta juga terdiri dari delapan tim dari luar Provinsi Kepri. Sementara dari berbagai daerah di Kepri ada 10 tim yang akan beradu cepat. “Kalau dari Tanjungpinang ada 26 tim yang sudah mendaftar,” sebut Tamrin.

Sungai Carang masih menjadi lokasi penyelenggaraan sebagaimana tahun lalu. Sejak diadakan Festival Sungai Carang (FSC), kompetisi olahraga air yang semula di kawasan Pelantar I kini dialihkan. Alasannya juga demi mendorong kesuksesan helatan FSC yang juga kembali digelar tahun ini. Lomba balap perahu naga secara resmi dibuka, Jumat (21/10) pagi ini di bawah Jembatan Sungai Carang.

Tamrin mengajak seluruh masyarakat bisa ikut datang dan meramaikan lomba balap perahu naga tahun ini yang dijanjikannya bakal lebih spesial dari tahun sebelumnya. Karena baru pada tahun ini ajang pariwisata andalan Tanjungpinang ini disejalankan dengan Sail Karimata dan Festival Bahari Kepri (FBK) 2016.

“Apa yang spesial, ya lihat saja besok pagi (hari ini, red),” ajak Tamrin, kemarin.

Sementara itu, di lintasan Sungai Carang beberapa tim sudah melakukan latihan pemanasan. Keberadaan mereka menjadi daya pikat sejumlah pengendara yang kebetulan melintas. Beberapa di antara tim yang sedang berlatih bahkan sudah menunjukkan keseriuasannya.

“Kami datang jauh dari Malaysia, tak mau tampil seadanya,” kata seorang atlet asal Malaysia.

Lomba balap perahu naga ini merupakan satu dari 38 agenda FBK 2016.(muf/jpg/aat)