Sejumlah petugas Satpol PP mengangkut peralatan gerobak pedagang kakilima yang mengangu jalan pedestrian dalam operasi pembersihan pedagang kakilima (PKL) di beberapa kawasan di Batam. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Sejumlah petugas Satpol PP mengangkut peralatan gerobak pedagang kakilima yang mengangu jalan pedestrian dalam operasi pembersihan pedagang kakilima (PKL) di beberapa kawasan di Batam. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Belum genap dua pekan, tercatat 150 gerobak Pedagang Kakilima (PKL) telah ditertibkan Satpol PP Batam. Jumlah ini berasal dari dua kecamatan, yakni Lubuk Baja dan Batamkota.

“Lubuk Baja sudah semua, Batamkota baru sebagian,” kata Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kota Batam, Surya Kurniawan Lubis, kemarin.

Menurutnya, ribuan gerobak PKL se Kota Batam yang berjualan dan menganggu fasilitas, tinggal menunggu giliran untuk ditertibkan.
“Nanti kita akan tertibkan. Ini sesuai dengan Perda nomor 16 tahun 2007, tentang PKL-nya ada pasal 20,” terangnya.


Pasal tersebut berbunyi, Setiap orang atau badan hukum dilarang menempatkan benda-benda dengan maksud untuk menjalankan suatu usaha di jalan, trotoar, emperan toko atau seselasar, jalur hijau, taman dan tempat umum, yang dapat menimbulkan gangguan ketertiban, keamanan, kebersian dan kenyamanan.

“Malam masih kita mentolerir lah tapi kalau pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB kita akan tertibkan,” ujarnya.

Lanjut dia, pedagang yang telah diangkut gerobaknya dapat mengambil kembali gerobaknya. Namun pedagang akan menandatangani surat pernyataan untuk tidak jualan di tempat yang dilarang.

“Nggak boleh lagi jualan di tempat yang sudah dilarang, kalau jualan seperti itu lagi yang akan kita berikan sanksi,” pungkasnya.

Sebelumnya Surya menyampaikan pedagang yang telah ditertibkan dan didapati masih berjualan dan mengganggu ketertiban umum maka gerobaknya akan disita kembali lalu dimusnahkan. (cr13)