Sabtu, 4 April 2026

Mabes Polri Kirim Ahli DNA ke Batam, Identifikasi Potongan Tubuh 13 Anggota Polri

Berita Terkait

Sejumlah anggota Brimob Polda Kepri mengevakuasi Jenazah Korban dan barang barang milik korban pesawat M28 Skytruck yang jatuh di Kabupaten Lingga, saat tiba di Pelabuhan Punggur , Minggu (4/12/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah anggota Brimob Polda Kepri mengevakuasi Jenazah Korban dan barang barang milik korban pesawat M28 Skytruck yang jatuh di Kabupaten Lingga, saat tiba di Pelabuhan Punggur , Minggu (4/12/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.oc.id – Tim SAR gabungan pencarian korban jatuhnya Pesawat Skytruck M-28‎ hingga hari kedua, Minggu (4/12/2016), telah berhasil mengangkat empat kantong jenazah berisi potongan-potongan tubuh kru dan penumpang pesawat milik Polri yang jatuh di perairan Lingga, Sabtu (3/12/2016).

 

Empat kantong potongan tubuh para anggota Polri yang menjadi kru dan penumpang pesawat itu kini telah berada di ruang Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara, Nongsa, Batam.

Kabid Dokes DVI Polda Kepri, AKBP Djarot menegaskan identifikasi pemilik potongan tubuh itu membutuhkan waktu paling cepat dua minggu. Bisa jadi lebih cepat dari perkiraan karena Mabes Polri juga mengirimkan bantuan tim Ahli DNA.

“Ahli forensik Mabes Polri juga turun membantu mengidentifikasi jenazah korban tersebut,”ujar Djarot.

Sementara itu, Direktur Disaster Victim Identification (DVI) Polri Kombes Anton Castilani mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan ‎13 data antemortem korban yang diminta dari para keluarga masing-masing. Mulai data dari pakaian, akseroris, barang bawaan, tanda lahir, bekas luka, cacat tubuh, serta sampel DNA sudah diambil dari pihak keluarga korban.

Semua data itu diperlukan untuk menentukan pemilik potongan tubuh yang berhasil dievakuasi dari laut lokasi jatuhnya pesawat tersebut.

‎”Tim Antemortem Mabes Polri sudah berhasil mengumpulkan semua data antemortem dan DNA pembanding dari keluarga korban di Jakarta dan sekitar‎nya,” kata Anton saat dikonfirmasi, Senin (5/12/2016).

Kabid Dokes DVI Polda Kepri, AKBP Djarot, membenarkan kalau data antemortem termasuk sampel DNA dari keluarga korban yang akan dicocokkan dengan data dan DNA potongan tubuh 13 anggota Polri itu telah ia terima.

“Korban kan dari luar Batam semua, jadi teman-teman dari Mabes Polri membantu mengumpulkan semua itu (data antemorten),” ujarnya.

Dengan terkumpulnya data antemortem ini, Anton maupun Djarot berharap, pihaknya bisa segera mengidentifikasi potongan tubuh yang ditemukan untuk masing-masing 13 anggota Polri korban jatuhnya Pesawat Skytruck.

Dia mengakui bahwa proses identifikasi akan lewati tahapan yang panjang. Sebab, untuk menguji keakuratan identifikasi hanya tersedia opsi tes DNA.

“Melihat kondisi jenazah yang ditemukan, proses identifikasi akan sangat bergantung pada pemeriksaan DNA‎,” tandas Anton.

Sebelumnya, Pesawat Skytruck M-28 yang mengangkut 13 anggota Polri terjatuh di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Sabtu (3/12) lalu.

‎Keesokan harinya, tim pencarian gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri berhasil mengevakuasi sejumlah potongan tubuh diduga korban Pesawat Skytruck. Potongan-potongan tubuh ini dimasukkan ke dalam empat kantong mayat yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Batam. (cr12/jpnn/nur)

Update