Kamis, 2 April 2026

Proses Pencarian Pesawat Skytruck Milik Polri Resmi Ditutup

Berita Terkait

batampos.co.id – Proses pencarian dan evakuasi pesawat P4201 milik Polri jenis Sky Truck M28 yang jatuh di perairan Senayang, Kabupaten Lingga, yang dilakukan oleh tim SAR gabungan secara resmi dihentikan, Senin (12/12). Namun, Basarnas Tanjungpinang dan pihak Kepolisian tetap bersiaga jika nantinya ditemukan benda yang muncul untuk mengevakuasi ke lokasi.

Direktur Operasional dan Latihan Basarnas Pusat, Brigjen Marinir Ivan Ahmad Rizki Titus, mengatakan ditutupnya kegiatan operasi SAR gabungan pencarian pesawat Polri yang jatuh tersebut berdasarkan instruksi Kapolri yang menambah tiga hari pencarian setelah sebelumnya dilakukan selama tujuh hari.

”Pencarian kami hentikan dari siang tadi (Senin, red). Pada hari terakhir ini, beberapa puing pesawat yang ditemukan beberapa hari lalu dibawa untuk diamankan di kantor Satpolair Polres Tanjungpinang,”ujar Ivan, kepada wartawan saat konfrensi pers di kantor Basarnas Tanjungpinang, Senin (12/12) sore.

Dikatakan Ivan, sejauh ini pihaknya telah berusaha secara maksimal melakukan pencarian. Pihaknya pun mengklaim telah berhasil menemukan puing pesawat mencapai 50 persen. Sedangkan bagian tubuh korban masih cukup banyak yang belum ditemukan.

”Beberapa hari yang lalu, kami temukan dua tubuh manusia yang tidak utuh. Bagian itu pun langsung diserahkan tim SAR gabungan ke tim DVI Polda Kepri untuk dilakukan identifikasi,”kata Ivan.

Dilanjutkannya, beberapa korban yang telah terindentifikasi. Pihaknya tidak bisa menentukan berapa banyak potongan yang ditemukan serta potongan tubuh siapa saja. Sebab, itu ranah Kepolisian. Tugas pokok tim gabungan sendiri lebih fokus kepada pencarian dan evakuasi.

”Untuk korban dapat ditanyakan langsung ke tim DVI Polda Kepri. Mereka yang berkompeten untuk menjawab hal tersebut,”ucap Ivan.

Disambung Ivan, secara umum saat proses pencarian dan evakuasi. Selain atas instruksi Basarnas Pusat untuk menghentikan pencarian. Kondisi cuaca yang kurang mendukung juga menjadi kendala.

”Memang arus didasar laut yang begitu kencang mencapai 5 knot dan ombak sekitar tiga meter dengan perkembangan yang tenang,”sebut Ivan.

Dijelaskan Ivan, meski secara resmi pencarian dan evakuasi dihentikan. Pihaknya dalam hal ini Basarnas Kepri, Polri dan instansi terkait lainnya berdasarkan SOP membentuk posko siaga SAR di Basarnas Kepri.

”Bersama pihak terkait lainnya, serta SCC Singapore tetap membuat posko siaga,”pungkas Ivan.(ias)

Update