
batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam mengajukan tambahan Rumah Pangan Kita ke Badan Urusan Logistik (Bulog). Sebab saat ini di Batam hanya terdapat 80 Rumah Pangan Kita, yang seharusnya bisa menjadi 1000 rumah.
Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Gintoyono Batong mengatakan Rumah Pangan Kita adalah program kerja sama antara Bulog dan masyarakat. Warga yang menjadi agen RPK akan mendapatkan suplai kebutuhan pangan berupa beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung. Program RPK merupakan salah satu wujud dari upaya Bulog untuk menstabilkan harga pangan dan juga merupakan perwujudan fungsi Bulog untuk menyediakan bahan pangan yang terjangkau.
Masyarakat bisa menjadi perpanjangan tangan Bulog dalam penyaluran kebutuhan pokok seperti beras.
“Dengan uang Rp 5 juta, datang ke Bulog, daftarkan diri. Nanti diganti dengan beras, gula, minyak. Tapi untuk pertama ini beras dulu. Ke depan gula, minyak, dan katanya juga bawang,” katanya di Batamcenter.
Dikatakannya, Pemko Batam telah mengusulkan agar setiap RW bisa memiliki satu Rumah Pangan Kita. Hal itu dilakukan agar bisa mempermudah masyarakat mendapatkan beras bulog.
“Kalau diperkirakan bisa sampai 1000 Rumah Pangan Kita di Batam nantinya,” ujar Gintoyono.
Menurut dia, pendaftaran untuk Rumah Pangan Kita tidaklah sulit. Cukup dengan surat keterangan domisili dari kelurahan. Dan perlu menyiapkan ruang kosong di rumah, misalnya garasi.
Setelah mendaftar, warga akan diberi banner sebagai penanda Rumah Pangan Kita. Beras premium dari Bulog ini bisa dijual warga dengan harga di bawah pasar.
“Di pasaran harga beras premium itu Rp 13 ribu, di Bulog Rp 9700. Nanti Bulog tentukan batas harga jualnya, misal sekilo Rp 10 ribu. Jadi itu juga untuk mengendalikan harga di pasaran,” sebut Gintoyono. (she)
