
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memproyeksikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tahun 2017 mencapai Rp 2,5 triliun. Naik sekitar Rp 200 miliar atau 8,62 persen dibandingkan APBD Perubahan (APBD-P) 2016 yang mencapai Rp 2,3 triliun.
“Angka ini didapatkan setelah perbaikan draft APBD 2017 Pemko Batam,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain.
Usulan APBD tersebut akan dibahas Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Batam sebelum disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) APBD 2017.
Yudi menyampaikan, proyeksi APBD 2017, total pendapatan Pemko Batam mencapai Rp 2,4 triliun. Naik sekitar Rp 160 miliar atau 7,07 persen dari total pendapatan APBD-P 2016 yang mencapai Rp 2,2 triliun.
Menurut Yudi, pendapatan paling besar diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam Rp 1,1 triliiun yang didapat dari pajak dan retribusi daerah.
“Artinya PAD kita naik Rp 244 miliar atau 26,92 persen,” ungkapnya.
Sumbangan PAD paling besar diperoleh dari sektor Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) Rp 342 miliar naik 34 persen dari sebelumnya Rp 254 miliar.
Disusul Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) PLN dan non PLN Batam Rp162 miliar yang juga naik sekitar 19,93 persen dari sebelumnya Rp135 miliar. Kenaikan sektor ini terdongkrak karena adanya rencana penyesuaian tarif litrik.
Meskipun belum ada penyesuaian, Pemko sudah memasukan potensinya dalam proyeksi APBD 2017.
“Bila tarif gagal dilakukan penyesuian, maka Pemerintah Kota Batam akan kehilangan Rp 26 miliar. Hal ini jelas akan mengganggu program pemerintah,” katanya.
Karenanya, Yudi berpesan kepada pemerintah, agar menjaga kebijakan yang berkaitan dengan sektor tersebut.
“Pemko harus mendukung sektor yang menjadi penopang APBD,” katanya lagi.
Selain BPHTB dan PPJU, pajak hotel juga menyumbang PAD yang sangat besar pada proyeksi APBD 2017 Rp 117 miliar, kemudian PBB Rp106 miliar.
“BPHTB, PPJU PLN, hotel dan PBB penopang paling besar APBD Kota Batam. Yang lainnya, masih di bawah Rp 100 miliar, masuk kategori sedang dan kecil,” kata politikus PAN Kota Batam ini. (hgt)
