Selasa, 7 April 2026

Target Wisman Meningkat, Anggaran Minim

Berita Terkait

Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam menargetkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Batam sekitar 1,9 juta jiwa.

Target itu naik sekitar 300 ribu wisman jika dibandingkan tahun 2016. Disparbud sempat pesimis dikarenakan anggaran promisi dan event kegiatan yang minim.

Kepala Disparpud, Yusfa Hendri mengatakan secara keseluruhan anggaran untuk tahun depan hanya Rp 8,5 miliar, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan belanja wajib kantor.

Angka ini dirasa minim jika akan menggelar event bertaraf internasional untuk memancing wisma mau datang ke Batam. Namun pihaknya sudah menyampaikan ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terkait event dan promosi.

“Kalau untuk promosi dan event Rp 3 miliar. Pusat siap sokong, SKPD lain juga diminta untuk melihat event-event yang ada dari pusat,” kata Yusfa.

Meski begitu, Yusfa tetap optimistis untuk mencapai target kunjungan tahun depan. Terlepas dari itu, Yusfa mengaku untuk kunjungan tahun ini bisa dipastikan melebih target, data terakhir per Oktober lalu, kata Yusfa jumlah kunjungan wisman sudah mencapai 1,3 juta.

“Akhir bulan banyak kegiatatan, biasanya masa panen untuk Batam selain akhir pekan juga saat akhir tahun,” katanya.

Secara keseluruhan target tahun ini sebanyak 1,6 juta, dalam perhitungan setiap bulannya kedatangan wisman ke Batam sebanyak 100 ribu angka ini tertinggi ke tiga setelah Bali dan Jakarta. “Sampai akhir bulan, target 1,6 juta tahun ini bisa tercapai,” sebutnya.

Secara keseluruhan jumlah wisman ke Batam memang berkurang lantaran wisatawan asal Singapura, Malaysia cenderung ingin merasakan destinas lain.

“Kalau saya bilang, wisatawan bukan berkurang tapi berpindah, sekarang ke Bandung dan sebagainya, yang jelas ini menyokong target kunjungan nasional 20 juta wisman,” ujarnya.

Untuk kunjungan wisman ke Batam sebagian besar wisman yang kerap bolak balik Batam-Singapura. Sementara untuk pengunjung pertama datang ke Batam hanya akhir pekan. “Mereka datang tak perlu persiapan, dan untuk memancing mereka harus dengan event-event,” ungkapnya.

Beberapa even sudah tak lagi diselenggarakan di Batam seperti Asean Jazz, Sea Eagle, event. Untuk itu, ia berharap ada peran swasta dalam menggelar event-event bertarap internasional serupa.

Sementara itu, untuk menggenjot kunjungan wisman tahun 2017, Disparbud akan tetap menggelar event internasional. “Contohnya, Seni Kenduri Melayu juga Tour De Barelang,” kata Yusfa, siang kemarin.

Bahkan menurutnya, anggaran untuk beberapa kegiatan tersebut telah diajukan Pemko Batam untuk dibahas di DPRD Batam. “Sudah, sudah diajukan, tinggal pembahasannya saja,” tambahnya.

Dia menambakan tujuan penyelenggaran event internasional ini memang dalam rangka peningkatan kunjung wisman ke Batam. “Ini sejalan dengan target pemerintah pusat 20 juta kunjungan wisman pada tahun 2019,” terangnya. (she/cr13)

Update