
batampos.co.id – Wali Kota Batam Rudi berencana memanggil Direktur Utama PLN Batam Dadan Kurniadipura. Ini terkait rencana mogok 480 karyawan PLN Batam jika tarif listrik tak kunjung disesuaikan hingga akhir tahun nanti.
“Kalau memang demikian, saya akan undang Kepala PLN,” ujar Rudi usai meninjau kondisi jalan di kawasan Jodoh – Nagoya, Rabu (28/12/2016).
Namun demikian, Rudi menilai, rencana aksi mogok itu tak masuk akal. Niat mogok para karyawan tidak sesuai dengan permasalahan yang ada.
Akan menjadi masuk akal apabila niat mogok itu dipicu permasalahan gaji. Apakah itu gaji tak naik atau gaji yang terlambat dibayarkan.
“Sama seperti pegawai saya. Kalau saya tak gaji mereka, mungkin mereka akan demo,” katanya.
Jika ternyata mogok itu benar karena gaji, Rudi akan meminta PLN Batam untuk membuka laporan keunganan mereka. Hingga terlihat apakah mereka merugi atau tidak.
“Kalau itu soal gaji, kami minta PLN transparan. Tapi kalau tidak, hubungan karyawan dengan kenaikan tarif itu tidak ada,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, 480 karyawan PLN Batam mengancam akan mogok kerja jika penyesuaian tarif tak direalisasikan hingga akhir tahun. Tak tanggung-tanggun, karyawan dari sistem pembangkit hingga pelayanan itu akan mogok kerja selama tiga hari berturut-turut. Dengan aksi itu, Pulau Batam dan Bintan terancam blackout.
“Bila penyesuaian tak direalisasikan hingga akhir tahun, 480 karyawan dari sistem pembangkit hingga pelayanan akan mogok kerja di awal tahun nanti,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Pekerja PLN Batam, Bukti Panggabean. (ceu)
