Iklan

batampos.co.id – Realisasi tebusan dari program tax amnesty (TA) periode dua di Kepri masih jauh dari harapan. Hingga kemarin (30/12) dana yang terkumpul hanya Rp 109 miliar dari 5.408 wajib pajak. Padahal periode kedua TA akan berakhir hari ini, Sabtu (31/12).

Iklan

“Hanya Rp 109 miliar. Dan 80 persennya dari UMKM,” kata Kabid Pemeriksaan Penagihan Inteligen Direktorat Jenderal Pajak (DPJ) Kantor Wilayah Riau Kepri, Agus Satria yang juga merupakan koordinator TA.

Untuk periode kedua ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memang mendapat kemudahan untuk membayar tebusan. Berbeda dengan tarif tebusan normal sebesar 3 persen untuk deklarasi dalam negeri dan 6 persen jika dideklarasikan di luar negeri, maka tarif UMKM tetap sama hingga tax amnesty periode ketiga yang akan berakhir pada 31 Maret 2017 mendatang.

“Tarif tebusan untuk UMKM dengan harta sampai Rp 10 miliar sebesar 0,5 persen, namun untuk harta lebih dari Rp 10 miliar sebesar 2 persen,” ujarnya.

Meski begitu, partisipasi kalangan pengusaha di sektor UMKM di Kepri dalam program TA ini masih tergolong minim.

“Makanya kami kirimkan surat imbauan langsung ke pusat bisnis di Batam seperti di Nagoya,” jelasnya.

Agus mengungkapkan, program TA ini sebenarnya sangat menguntungkan para wajib pajak, khususnya kalangan pengusaha. Sebab tarifnya hanya 3 persen. Sementara jika tak ikut TA, mereka harus membayar pajak yang cukup besar.

Wajib pajak dengan nilai aset sebesar Rp 1 miliar biasanya harus membayar pajak normal sebesar 30 persen untuk perseorangan dan 25 persen untuk badan usaha.

“Namun jika tidak ikut tax amnesty maka akan kena sanksi yakni jumlah pajaknya bertambah menjadi 50 persen,” kata Agus.

Agus menyebutkan, hingga periode kedua TA berakhir, total tebusan di Kepri sudah mencapai Rp 1,33 triliun dari 17.109 wajib pajak. Agus berharap pada periode berikutnya akan semakin banyak wajib pajak yang ikut program ini. Meskipun tarif tebusannya akan naik menjadi 4 persen. (leo)