Minggu, 5 April 2026

Listrik Padam Layanan Hang Nadim Terganggu

Berita Terkait

foto: Humas BP Batam

batampos.co.id – Sejak sekira pukul 06.30 pagi ini, Senin (2/1/2017) listrik tiba-tiba padam.

Humas PLN Batam menginfokan ada gangguan line transmisi Tanjung Kasam – Tanjung Uban sebesar 150Kv.

Gangguang ini menyebabkan listrik padam di sebagian besar wilayah Batam.

Dampak dari listrik padam ini dialami oleh Bandara Hang Nadim, Batam, Provinsi Kepri.

Layanan di bandara, khususnya proses check-in terganggung.

Antrean panjang terjadi. Antrean ini diperparah pagi ini calon penumpang begitu ramai.

Sebagai antisipasi, bandara Hang Nadim mengoperasikan 2 genset dengan kapasitas 770 kva dan 800 kva dari 4 genset yang tersedia. Demikian pernyataan resmi Humas BP Batam.

Genset ini untuk memberi layanan terbatas seperti fasilitas keselamatan penerbangan, menara pengawas, runway lighting, check-in counter, ac split di tiap ruang tunggu, penunjuk arah, dan sebagian tiketing.

Setelah menunggu hampir 2 jam pada pkl 08.20 aliran listrik normal kembali.

update

Berikut penjelasa PLN Batam terkait padam listrik pagi tadi.

Pada pukul 06.23 WIB telah terjadi gangguan transmisi 150 KV Batam-Bintan disebabkan sambaran petir pada transmisi 150 kv di jarak 3,8 KM dari PLTU Tanjung Kasam ke arah Bintan.

”Gangguan tersebut menyebabkan pembangkit PLTU Tanjung Kasam 2 unit mengalami gangguan sehingga sebagian besar pelanggan di sistem Batam-Bintan mengalami pemadaman”, ujar Samsul Bahri Sekretaris Perusahaan PLN Batam.

PLN Batam segera melakukan pemulihan sistem Batam-Bintan, sehingga pada pukul 08.04 WIB sistem interkoneksi Pulau Batam-Bintan telah beroperasi dan dilakukan pemulihan secara bertahap.

Akibat gangguan tersebut PLTU Tanjung Kasam 2×55 MW membutuhkan pemulihan untuk beroperasi kembali paling cepat 8 jam, sehingga sistem kelistrikan  Batam mengalami pemadaman bergilir hingga PLTU Tanjung Kasam beroperasi kembali.

“Saat ini petugas teknis PLN Batam terus mengoptimalkan pemulihan sistem secepatnya dan mohon maaf atas ketidaknyamanan”.tutup Samsul.

(ptt)

Update