
batampos.co.id – Polisi tidur di depan Bataliyon Tuah Sakti 136 Tembesi akhirnya dibongkar, kemarin siang. Belasan polisi tidur itu terpaksa dibongkar karena menyebabkan macet panjang. Apalagi saat itu, arus kendaraan yang melintas di daerah tersebut sangat padat karena libur panjang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan pembongkaran sudah dilakukan bersama dinas bina marga Kota Batam dan pihak terkait. Saat pembongkaran, pihaknya pun mengarahkan arus lalu lintas ke jalur tanah, sehingga macet dapat terhindari.
“Kita bongkar bertahap agar tidak menimbulkan macet. Jadi jalur kendaraan kita alihkan ke jalan tanah,” kata Yusfa yang dihubungi, kemarin siang.
Dikatakannya, pembongkaran polisi tidur merujuk pada peraturan menter no 3 tahun 94 tentang keamanan jalan. Sebelum membongkar, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, sehingga melakukan pembongkaran bersama-sama.
“Sebelumnya hal ini tak terlalu berpengaruh, namun karena jumlah kendaraan meningkat, makanya sempat macet. Namanya libur panjang, maka arus kendaraan padat,” jelas Yusfa.
Menurut dia, sudah ada ketentuan khusus bagi pengendara yang melewati beberapa kawasan, diantaranya zona militer, kepolisian, sekolah dan rumah sakit. Pengendara diminta untuk memperlambat laju kendaraan.
“Makanya di Batalion itu ada jalur sementara, tujuannya untuk memperlambat laju kendaraan. Dan untuk pengendara, kita himbau untuk memperlambat kendaraan mereka di area tersebut,” terang Yusfa.
Sebagai penganti, lanjut Yusfa, pihaknya membuat pita pengaduh (tanggul kecil bergaris putih-putih) di kawasan tersebut. Hal itu dilakukan sebagai pemberitahuan jika di jalur tersebut, pengendara diminta memperlambat kendaraan sekian kilometer perjam.
“Kita ganti dengan pita pengaduh. Tingginya itu sekitar 4 centimeter sampai 5 centimeter. Jadi masyarakat bisa tahu jika dikawasan itu harus pelan,” pungkas Yusfa. (she)
