Pedagang sayuran, Aji Pratama memilih cabe rawit setan yang akan dijual dengan harga Rp 120 ribu per kilogram di Pasar Mitra Raya, Batamcenter, Rabu(4/1). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Menteri pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, jadi sasaran kegeraman politikus PDIP. kegeraman itu terkait melonjaknya harga cabai di sejumlah daerah bahkan menembus Rp 200 ribu di Samarinda.

“Artinya Mentan telah gagal menjalankan programnya,” tegas Anggota Komisi IV DPR Ono Surono melalui pesan singkat, Jumat (6/1)

Politikus PDIP itu menuturkan, program kedaulatan pangan yang dicanangkan pemerintah sebagai implementasi Nawacita Presiden Joko Widodo telah diubah oleh Mentan menjadi program neoliberalisasi pangan.

“Kekuatan pasar yang pada akhirnya menentukan harga pangan di Indonesia. Produksi meningkat yang selalu digembar-gemborkan Mentan hanya sebagai lips service saja,” tuturnya.

Karena itu, Presiden Jokowi, menurutnya, harus melakukan evaluasi mendalam terhadap implementasi program-program yang selama ini dibuat oleh Mentan.

“Judul program yang bagus belum memastikan hasilnya juga berjalan dengan bagus,” ucap Ono.

Solusinya, lanjut dia, pemerintah harus membuat program yang mengurai masalah-masalah dasar dan mengarah ke peningkatan produksi.

“Perbaiki data pertanian yang selama ini sangat kacau, tidak valid,” sebutnya.

Lalu, adanya pengawalan program dari mulai perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi berbasis data pertanian yang valid. Pembentukan Badan Pangan Nasional menjadi mendesak untuk menyinkronkan produksi dan pasar menuju kedaulatan pangan.

Hal yang sangat penting, masyarakat memerlukan menteri yang jujur.

“Perlu seorang menteri yang berani berkata jujur,” pungkasnya (dna/JPG)