
F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2568 di Batam oleh pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Batam bakal berbeda dibanding tahun sebelumnya. Pasalnya, selain pertunjukan budaya Tionghoa juga akan menampilkan budaya asli Indonesia.
“Seperti tarian Melayu, Batak, Tapanuli dan aksi budaya suku lainnya. Dari kami di antaranya ada tarian pertunjukan Barongsai, juga ramalan Fhengsui. Jadi imlek kali ini tak monoton, akan lebih beragam,” kata Ketua Umum PSMTI Provinsi Kepri Eddy Hussy saat berkunjung redaksi Batam Pos di lantai dua Graha Pena Batam, Jumat (13/1).
Sementara itu, Ketua PSMTI Batam Randy Tan mengatakan Imlek oleh PSMTI di Batam sudah digelar sejak 2010 lalu. Untuk kali ini, ide Imlek dengan menampilkan pertunjukkan budaya asli Indonesia dalam rangka menunjukkan bahwa Batam adalah daerah yang kondusif meskipun terdiri dari masyarakat yang heterogen.
“Dengan tampilnya budaya lain akan semakin nampak kekeluargaan dan kekompakan di Batam. Dengan demikian, Batam akan tetap jadi daerah yang memiliki daya tarik,” ujar Randy.
Kedatangan dua pimpinan PSMTI ini disambut langsung Direktur Utama Batam Pos Marganas Nainggolan dan jajaran pimpinan Batam Pos Group. Kunjungan ini terkait Batam Pos dipercaya sebagai media partner dalam perayaan Imlek tahun ini.
“Ini kehormatan bagi kami Batam Pos mau jadi media partner, selama delapan tahun ini belum ada media partner,” ucapnya.
Direktur Utama Batam Pos Marganas Nainggolan mengatakan upaya menunjukkan kedamaian dalam keberagaman patut disambut baik.
“Perayaan Imlek yang bernuansa kebangsaan seperti ini cukup bagus,” katanya. (cr13)
