
batampos.co.id – Masyarakat mengharapkan agar sisa jalan sepanjang 200 meter jalan Tanjungsari-Desa Lubuk yang belum diaspal segera diperbaiki. Karena tidak ada perhatian menyebabkan jalan yang sebelumnya sudah dilakukan pengerasan, malah menjadi rusak parah. Jalan yang ditimbun tanah merah saat ini bergelombang. Jika musim hujan, jalan menjadi genangan air sehingga cukup membahayakan pengendara.
Rahim, 54 warga tempatan mengakui banyak warga yang tidak nyaman dengan kondisi jalan penghubung desa Lubuk-Tanjungsari tersebut. Disebutkan pada tahun 2014 yang silam jalan Tanjungsari-Lubuk sepanjang 600 meter dilakukan pengaspalan jalan. Hanya saja belum seluruhnya diaspal, sehingga menyisakan sekitar 200 meter belum diaspal sampai sekarang. Akibatnya tumbunan tanah hanyut terbawa air hujan, dan jalan kembali rusak seperti saat ini.
“Tolong pak bupati Aunur Rafiq perhatikan kondisi jalan di kampung Tanjungsari menuju desa Lubuk jalannya rusak berat. Sementara akses jalan tersebut setiap harinya dilewati masyarakat yang hendak beraktifitas ke kebun,” harap Rahim, Jumat (13/1) kemarin.
Data di lapangan, pada tahun 2014 yang lalu Pemerintah Provinsi Kepri sudah melakukan pengaspalan jalan Tanjungsari-Desa Lubuk. Sebelumnya jalan setapak sudah dilebarkan dan ditimbun, entah kenaapa pengaspalan jalan menyisakan sepanjang 200 meter. Akibatnya kondisi jalan kembali rusak karena baru sebatas ditimbun tanah merah belum ditimbun pasir dan batu. Masyarakat berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan jalan yang sudah rusak tersebut. (ims)
