
batampos.co.id – Setelah sukses dengan kegiatan Neptune Regatta Sail Equator sebelumnya, rencananya akan digelar kembali Neptune Regatta Sail Equator. Kali Ini merupakan kegiatan yang ke tujuh kalinya dilaksanakan di Pulau Sekeling Desa Batu Belubang, Kecamatan Senayang Lingga.
Meskipun kegiatan ini tidak asing lagi bagi warga sekitar, namun ternyata selama ini kegiatan ini tidak diketahui dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lingga. Padahal kegiatan yang telah berlangsung 6 tahun terakhir tersebut di wilayah perairan Lingga ini diikuti Yacht yang mendatangkan puluhan wisatawan asing mancanagera.
Kadispar Lingga, Idrus mengakui tidak mengetahui adanya kegiaan tersebut. Sampai saat ini terang Idrus pihaknya belum mendapatkan surat tertulis dari pihak penyelenggara Nongsa Point.
“Kami malah baru tau dari awak media. Kalau di perairan kita ada kegiatan seperti ini. Sampai saat ini belum ada surat maupun tembusan yang masuk ke dispar,” ungkap Idrus di kantornya, Kamis (19/1) siang.
Sementara itu di tempat lain, Kades Batu Belubang Hasnan justru mengetahui dan membenarkan jika setiap tahun kegiatan serupa selalu digelar. Pihak terkait bekerjasama dengan dengan pemiliik lahan dan panitia desa mulai menyiapkan lokasi untuk kegiatan tersebut.
“Soal perizinan kami tidak tau. Yang jelas 6 tahun terakhir kegiatan ini selalu ada. Sedikit banyak membantu ekonomi warga dan pemilik lahan. Pihak desa sangat mendukung adanya kegiatan wisata di wilayah kami,” kata Hasnan.
Beberapa waktu lalu terang Hasnan hal ini juga telah ia sampaikan langsung kepada Wabup Lingga M Nizar untuk menindak lanjuti legalitas kegiatan tersebut. Meski tidak masuk sebagai salah satu tujuan wisata Lingga, Hasnan berharap pemerintah daerah dapat mengakomodir kegiatan maupun retribusi ke daerah tersebut untuk pendapatan desa maupun daerah.
Sementara itu dari pihak penyelenggara, Prakash Reddy yang dihubungi juga membenarkan adanya event sail tersebut. Pihaknya sambung Prakash telah membuat kerjasama dengan penduduk setempat di desa Batu Belubang.
“Ya ada, kegiatan dari Naptune Regatta tanggal 29 Januari nanti. Kami izin dengan penduduk setempat,” kata Prakash.
Meskipun kegiatan ini sudah rutin dilakukan enam tahun belakangan, namun sejauh ini belum ada memberikan retribusi kepada pemerintah kabupaten Lingga. Terkait wilayah perairan yang dikenal kaya akan benda muatan kapal tenggelam (BMKT) tersebut, harusnya pemerintah cepat tanggap dan memberikan pengawalan selama kegiatan berlangsung.
Jika melihat tahun lalu sedikitnya 20 kapal yatch dan pesiar ikut andil dalam kegiatan ini. Lebih kurang 50 peserta dari berbagai negara akan menginap selama 3 hari di pulau kosong tersebut. (mhb)
