
batampos.co.id – Pembangunan Masjid Agung II masih berlanjut. Setelah tahun lalu Pemerintah Kota Batam membebaskan lahan dari 63 kepala keluarga (KK), tahun ini Pemko akan meratakan lahan tersebut. Pemerintah juga akan membuka lelang untuk konstruksinya.
“Tahun ini kami anggarkan Rp 26 miliar untuk lelang konstruksi dan meratakan lahan,” tutur Wali Kota Batam, Rudi, kemarin.
Masjid Agung II menempati lahan seluas 4,2 hektare di kawasan industri Tanjunguncang. Masjid itu direncanakan mampu menampung hingga 10 ribu jamaah.
Rudi mengatakan, ingin membuat masjid itu layaknya masjid Turki. Namun dengan tetap memasukkan ornamen melayu.
“Modelnya campuran Arab, Turki, dan Melayu,” ujarnya.
Ia mengaku tak memiliki pilihan arsitek tertentu. Arsitek itu sudah termasuk dalam lelang konstruksi tersebut.
“Saya sampaikan ingin begini, ingin begitu. Nanti, dia yang menerjemahkannya,” katanya lagi.
Masjid itu akan memiliki kubah besar berwarna biru langit. Rudi mengatakan, pilihan itu tidak ada kaitannya dengan partai yang mengusungnya. Ia memilih warna biru setelah melihat masjid berkubah biru di Turki.
“Saya lihat, yang di Turki bagus sekali,” tambahnya.
Pemko Batam akan memulai pembangunan pada tahun ini. Peletakan batu pertama akan dilaksanakan pada tanggal 23 Maret nanti.
“Saya ingin masjid ini dapat menjadi ikon pariwisata di Batam. Jadi semua orang bisa datang ke sana untuk menikmati keindahan bangunan itu,” tuturnya. (ceu)
