Hingga hari ini, Kepolisian Daerah Provinsi Kepri sudah berdiri 16 tahun 10 bulan.

Berdirinya Polda Kepri ini, seiring setelah terjadinya pemekaran provinsi yang disebut sebagai Bunda Tanah Melayu ini.

Berdasarkan surat keputusan Kapolri Jendral Polisi Purnawirawan Dai Bachtiar, bernomor SKEP/09/III/2005 bertanggal 3 Maret 2005 berbentuklah Polda Kepri dengan status persiapan.

Pada masa berdiri awal, Polda Kepri masa persiapan  sudah terbentuk enam satuan kerja kewilayaan yakni Poresta Barelang, Polres Tanjungpinang, Polers Tanjung Balai Karimun, Polres Natuna,  Polres Lingga dan Polres Bintan.

Dari berdiri hingga sekarang, sudah 10 orang Kapolda yang memimpin jajaran Polisi di daerah Polda Kepri. Dimana mulanya Polda Kepri dipimpin oleh Kombes Pol Anton Bahrur Alam 2005, lalu digantikan Brigjen Pol Sutarman dari 2005 hingga 2008, jabatan ini diserahkan ke Brigjen Pol Indradi Thanos dari tahun 2008 hingga 2009.

Setelah itu Kapolda Kepri dijabat oleh Brigjen Pol Dikdik M Arief Mansur selama beberapa bulan saja.

Tak berapa lama posisi yang ditinggalkan oleh Dikdik, diisi oleh Brigjen Pol Puji Hartanto dari 2009 hingga 2010. Berakhir masa Puji Hartanto, masuklah Brigjen Pol Budi Winarso dari 2010 hingga 2012.

Brigjen Pol Yotje Mende memangku jabatan Kapolda Kepri ini dari 2012 hingga 2013, lalu digantikan oleh Brigjen Pol Endjang Sudrajat.

Endjang Sudrajat memimpin Kepolisian Daerah Kepri hingga pensiun.

Endjang pensiun, poisisi diisi oleh mantan Direktur Reserse Narkoba Mabes Polri, Brigjen Pol Arman Depari menjabat dari 2014 hingga 2016. Dua tahun memimpin Polda Kepri, Arman Depari didapuk sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN.

Berakhirnya masa jabatan Arman Depari di Kepri, posisi Kapolda Kepri digantikan oleh Brigjen Pol Sam Budigusdian diawal 2016.

Pada masa Sam inilah, Polda Kepri semulanya hanya tipe B. Bergantinya tipe Polda Kepri menjadi A, sesuai dengan Surat Keputusan Kapolri bernomor Kep/1096/X/2016 bertanggal 25 Oktober 2016.  Dimana peresmian Polda Kepri tipe A ini, direncanakan pada hari ini (20/1).

“Kapolri langsung yang meresmikan,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusian.

Dengan berubahnya tingkatan Polda Kepri, juga mengubah beberapa hal di Mapolda Kepri. Termasuk salah satunya kepangkatan. Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian dilantik menjadi Kapolda Kepri tipe A, kepangkatannya naik dari menjadi Inspektur Jendral. Begitu juga Wakapolda Kepri dari Kombes Pol Dikdik Haryono menjadi Brigadir Jenderal Polisi.

Selama Sam menjabat  banyak perubahan di Mapolda Kepri. Dimana ada penyegaran bangunan. Lalu peningkatkan kualitas SDM.  Dalam hal ini  beberapa kali Polda Kepri menyabet sebagai yang terbaik se Indonesia. Mulai dari pembinaan SDM terbaik se Indonesia serta penanganan kasus korupsi. Semua ini terjadi pada zaman Irjen Pol Sam Budigusdian.

Untuk penanganan kasus kriminal di Kepri, kinerja kepolisian dinilai cukup sukses. Dimana  kasus kriminal umum turun sebanyak 13.50 persen dibandingkan pada tahun 2015. Selama tahun 2016, Sam menyebutkan ada sebanyak 5362 kasus. Sementara itu tahun 2015 sangat tinggi, dimana ada 6199 kasus.

“Tahun 2016 itu, tindakan  kriminal itu setiap 1 jam 38 detik di Kepri. Sementara itu tahun 2015 setiap 1 jam 25 menit,” ungkap Sam.

Jumlah ini berkurang, disebutkan Sam tak lepas dari peran aktiv masyarakat yang membantu pihak kepolisian. Selain itu juga program-program pihak kepolisian seperti patroli blue light, batara biru, engku putri dan berbagai program lainnya.

“Kami juga lebih mengkedepankan langkah persuasif, preemptiv,” tuturnya.

Sam mengambil salah satu contoh, dimana demo buruh lebih tertib. Hal ini disebabkan, pihak kepolisian mendekati para buruh secara persuasif.

“Demo boleh silahkan, tapi tertiba sesuai aturan. Kami kelola semuanya,” ujarnya.

Penanganan kasus narkoba di tahun 2016 ini sebanyak 531 kasus. Pihak kepolisian mengamankan 685 orang tersangka narkoba. Dari ratusan orang diamankan ini, barang bukti  narkoba jenis ganja diamankan sebanyak 18169.11 gram, 83481,58 gram sabu, 58400,5 butir ekstasi, 111 butir happy five.

Sam menyebutkan juga pemakaian heroin juga sudah mulai ada di Kepri.

“Walau jumlahnya dikit, tapi sudah kelihatan. Kami mengamankan barang bukti heroin sebanyak 9,42 gram,” tuturnya.

Tindakan kriminal turun, namun tidak dengan kasus kecelakaan lalu lintas. Ia menyebutkan 2015 ada sebanyak 501 kasus, sedangkan 2016 780 kasus.

“Naik 56 persen,” ungkapnya.

Korban meninggal juga meningkat, tahun 2015 sebanyak 159 orang. Sedangkan tahun 2016, 166 orang. Luka berat pada 2015 sebanyak 270 orang, pada 2016 ada 428 orang. Pada tahun ini disebutkan Sam, pelanggaran lalulintas ada sebanyak 22204 kasus.

“Meningkatnya kasus di lalulintas ini, disebabkan setiap pelanggaran sekecil apapun dicatat. Jadi tak ada lagi yang selesai di jalan,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, dibawah kepimpinan Irjen Sam Budigusdian. Polda Kepri melakukan beberapa terobosan baru nan kreatif.

Irwasda Polda Kepri mengeluaran system aplikasi pengawasan online. Bior sumber daya manusasi (SDM) membuat system informasi pelayanan publik dan personel seligi (SIPPS), in house training (tempat berbagai ilmu dengan para pelatih handal), trauma healing (pelayanan kepada personel dan masyarakat untuk menghilangkan trauma serta balai latihan keterampilan purna tugas.

Direktorat lalulintas, tak mau kalah juga. Sam menyebutkan Ditlantas telah mengeluarkan Samsat Automatic Machine (SAM) biasa disebut dengan ATM Samsat. Selain itu juga ada Samsat Dhrive Thru  untuk perpanjangan STNK.  Pendaftaran kendaraan bermotor online, lalu ada program Sam (Samsat Android Mobile) Lantas Kepri sebagai sarana pengaduan online.

Tak hanya itu saja, Ditlantas juga punya program samsat antar pulau, dimana ada petugas yang mendatangi penduduk di wilayah pulau. Sam Link sebagai sistim pengesahan STNK dari berbagai kota dan kabupaten dalam satu provinsi.

“Petugas samsat juga menggunakan bus untuk mendatangi masyarakat. Kami juga punya Samsat Corner. Dan semuanya ini tercatat terakriditasi sesuai dengan ISO 90012015,” kata Sam.

Tak mau kalah dengan Ditlantas, Direktorat Intelkam juga memiliki satu program unggulan yakni SKCK online. Sementara itu Ditreskrimsus, Ditreskrimum dan Ditnarkoba memiliki program public complain online.

“Polresta dan Polres juga ada berbagai terobosan,” ungkap Sam

Dijelaskannya Polresta Barelang memiliki Sibolang dimana berisikan database laporan kasus, laporan curanmor, tersangka serta komplain online secara internal. Lalu program “teman main” dimana berisikan pengurusan Sim Online, SKCK Online, giat masyarakat online, halo polisi, pelaporan keluahan masyarakat secara online.

Lalu ada panic button, program ini bisa diunduh di google play oleh masyarakat. Dimana dengan menekan panic button ini saat keadaan darurat atau masayrakat dalam masalah. Serta Borelang  (back office polresta barelang/program quick respon).

“Polres Natuna memiliki panic button juga serta Polisi gi kampong (polisi pergi ke kampong),” tutur Sam.

Sam mengataan bahwa selama satu tahun belakangan ini pihaknya telah membangun Rumah Sakit bhayangkara batam polda kepri. Diman sumber dana berdasarkan hibah dari provinsi kepri sebesar Rp 3 miliar, yang mulai dioperasikan penggunaanya pada 1 juni 2016.  Pold Kepri juga membangun Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) di Tanjungbatu, Karimun. Sekolah ini sudah mulai beroperasi pada 1 Agustus tahun lalu.

Agar pelayanan SKCK lebih baik, Polda Kepri juga membangun gedung khusus melayani masayarakat untuk menertbitkan surat tersebut. Gedung ini juga sudah beroperasi mulai 28 oktober lalu. Serta lampangan tembak, sepak bola dan taman makan bahagia Polda Kepri.

“Dan tahun ini juga sudah mulai membangun Polres Anambas di pasir putih tarempa, timur pulau siantan,” ungkap Sam.

Beberapa tokoh masyarakat, seperti Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak melihat selama ini kinerja Sam Budigusdian sangat bagus. Beberapa permasalahan yang cukup pelik, bisa diselesaikan.

“Tak hanya itu, tindak kriminal juga menurun,” ungkapnya.

Untuk kerjasama, Jumaga menilai Polda Kepri dibawah pimpinan Sam sangat baik berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terkait. Dengan naiknya tipe Polda Kepri dari B ke A, Jumaga berharap adanya penambahan personel. Sehingga bisa lebih baik menajaga keamanan di daerah Kepulauan Riau. “Semoga Polda Kepri lebih maju dan jaya selalu,” tuturnya.

Sementara itu tokoh masayrakat Batam Makmur Ismail, melihat perkembangan Polda Kepri dari waktu ke waktu. Ia merasa saat ini Polda Kepri sudah lebih baik, dari tahun-tahun sebelumnya. Penanganan kasus kriminal dan berbagai hal lainnya, jauh lebih baik. Namun ia berpesan agar Polda Kepri lebih banyak merekrut pemuda tempatan yang ada di Kepri.

“Biar bisa jadi polisi yang menjaga daerahnya sendiri,” pungkasnya. (fiska juanda – batam)