Jumat, 10 April 2026

Demam, Warga yang Digusur Ingin Dijenguk Walikota Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Pasca penggusuran  Selasa (17/1) lalu, warga Bukit Timur Tanjunguma yang terdampak penggusuran, yang bertahan di tenda maupun masjid ada yang sakit.

Seorang warga, Sulastri,54, menuturkan hal ini terjadi lantaran tak adanya tempat berteduh sementara yang memadai, apalagi beberapa hari terakhir hujan kerap turun. “Tak hanya yang kecil (yang demam), yang besar juga,” katanya, saat ditemui di lokasi penggusuran, Senin (23/1) pagi.

Menurutnya, walau jarak masjid yang ditempati sementara oleh sebagian warga dengan Puskesmas hanya dibatasi tembok, petugas medis tak pernah mengunjungi warga untuk sekedar mengetahui kondisi warga.

Untuk itu, dia berharap Walikota Batam turun melihat langsung kondisi warganya. Seperti dulu yang pernah dilakukan Rudi sebelum jadi walikota, bahkan rekaman kunjungan Rudi waktu itu masih disimpan warga.

“Tolonglah Pak Rudi, Pak Walikota datang ke sini. Tolong jenguk kami,” harapnya.

Warga lain, Titin,39, mengaku memilih bertahan di tempat tinggal sementara karena tak memiliki keluarga untuk dikunjungi. “Ada yang di masjid ini, di tenda. Yang punya keluarga, mereka numpang di rumah keluraganya,” katanya.

Di lokasi penggusuran selain pemandangan bekas bangunan rumah liar (ruli) yang rata dengan tanah. Berdiri menjulang beberapa bendera merah putih setengah tiang. Selain itu, di tembok gang yang menuju kampung tersebut banyak tulisan seperti ‘Save Tanjunguma’ juga Tanjunguma Lawan Kapitalisme’.

Sementara itu  Walikota Batam Rudi Jumat (20/1) lalu mengatakan laporan ketua tim warga yang digusur sudah disiapkan kaveling gratis di bilangan Punggur Nongsa. Namun demikian dia mengaku belum tau kebenaran tersebut.

“Betul tidaknya saya tak tahu. Kalau betul, pas lah yang kita mau. Kalau ada dilapangan yang tak beres itu yang mau kita cari tahu,” ucapnya

Menurutnya, warga yang digusur harus disiapkan tanah kaveling yang tak bermasalah. “Supaya bisa bangun dan tak memikirkan digusur dan digusur lagi,” pungkasnya.

Bahkan, ketika ditanya wartawan apakah ada solusi seperti penyediaan rusun dan warga boleh tinggal beberapa bulan selanjutnya sewa. Dia mengaku Pemko masih punya persediaan.

“Kalau memang mau ada kok, di Sagulung masih ada. Sekarang juga bisa,” pungkasnya, waktu itu. (cr13)

Update