Selasa, 20 Januari 2026

Wisata Berburu Babi di Lingga Dipertanyakan

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Kabupaten Lingga, ialah Bunda Tanah Melayu (BTM). Ia kaya potensi wisata. Dinas Pariwisata Lingga pun mengemas sedemikian rupa kalender wisata.

Salah satunya berburu Babi di Daik Lingga.

Inilah yang ditanyakan.

Seolah dinas pariwisata melupakan potensi wisata religi, sejarah dan alam yang seharusnya perlu dikemas lebih menarik.

Makam-makam para sultan Melayu baik Sultan Mahmud III yang kini diusulkan untuk menjadi pahlawan Nasional seakan lepas dari perhatian dinas Pariwisata. Selain itu, Makam Merah Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga ke X, Raja Muhamad Yusuf Al Achmadi yang terletak dikomplek Istana Damnah dan cukup populer di Pekanbaru sebagai event tahunan bagi para penulis maupun menjadi nama perpustakaan di provinsi Kepri juga belum mampu dikemas dinas pariwisata Lingga.

Lain pula hanya dengan puing-puing istana sejarah besar provinsi Kepri yang berada di Lingga. Serta wisata alam hutan hujan Gunung Daik yang memiliki puluhan jenuis tanaman langka sebagai aset wisata ilmiah taman bioogi terbuka seperti digagas salah seorang putra daerah penerima penghargaan Kalpataru, Ismail Sungaki beberapa waktu lalu.

Kadispar Lingga, Idrus melalui Kabis Promosi Said Asmarfizan saat dihubungi Batam Pos membenarkan kegiatan berburu babi tersebut. Ia yang baru dilantik akhir tahun 2016 lalu mengatakan, kegiatan tersebut sudah diprogramkan jauh hari. Pihaknya kini hanya melanjutkan.

“Ia memang benar ada event berburu babi. Sekarang masih tahap koordinasi tanggal pelaksanaannya dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Kata Asmarfizan atau lebih akrab disapa Efi ini, event berburu babi menjadi salah satu event tahunan yang akan dilaksanakan Pemkab Lingga.

“Ini nanti jadi event tahunan, untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke Lingga,” sambung Efi. (mhb)

Update