ilustrasi

batampos.co.id – Suka main video game? Jangan berhenti di situ saja dong…. Tingkatin jadi developernya. Ada sekolahnya kok.

Beberapa universitas pun tertarik memajukan industri ini dengan membuka jurusan game.

Universitas apa aja yang membuka jurusan game?

Insitut Teknologi Bandung (ITB)

Kontribusi ITB dalam dunia engineering memang nggak perlu diragukan. Kampus yang konsisten melahirkan insinyur-insinyur handal ini membuka jurusan Teknologi Media Digital dan Game untuk jenjang S2. Agar bisa melanjutkan kuliah di sini, kamu harus menyelesaikan jenjang S1 atau D4 bidang teknik atau sains.

Beberapa mata kuliah yang bakal kamu pelajari di jurusan ini adalah Pemrograman GPU dan Grafika Komputer, Desain Interaksi, dan Desain Aplikasi Media Digital. Sebagai tugas akhir, kamu wajib meneliti dengan konsentrasi pilihan, diantaranya Computer Graphics Algorithm, Scientific Visualization, Virtual Reality & Augmented Reality, Human-Computer Interaction Theory, serta Aplikasi dan Infrastruktur Media Digital Interaktif dan Game Online.

Binus University, Jakarta

Universitas Bina Nusantara atau yang biasa disingkat Binus membuka program studi Game Aplication and Technology untuk jenjang S1 sejak 2011. Lewat jurusan ini, kamu akan belajar dasar utama tentang matematika sebagai fondasi ilmu eksak. Selain itu, kamu juga belajar dasar pengoleksian data, hipotesis, penelitian, serta analisis lewat mata kuliah desain dan analisis algoritma, bahasa pemprograman, serta software engineering.

Untuk bisa lulus dari jurusan ini, kamu wajib menyelesaikan tiga bidang sekaligus. Yaitu, game art, game student, dan game programming. Meski kelihatannya sulit, kamu bisa lihat lulusannya. Salah satunya adalah Kris Antoni, founder Toge Production. Studio game ini melahirkan Zombi Cage dan Infectator, game yang sudah dimainkan lebih dari 11 juta pemain di dunia.
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)

PENS juga membuka jurusan game dengan jenjang D4, yaitu Teknologi Game. Dengan jurusan ini, kamu dituntut menguasai empat kemampuan dasar. Yaitu, kemampuan teknis, kemampuan desain, kemampuan sosial dan komunikasi, dan kemampuan bisnis untuk wirausaha. Oleh karena itu, kamu akan mempelajari Dasar Art Engineering, 2D/3D modeling, Software Engineering, Project Plan, Project Development, dan Game Business.
Universitas Multimedia Nasional (UMN), Banten

Selain Binus, universitas swasta yang membuka jurusan game adalah UMN. Untuk berkecimpung di dunia game, UMN nggak membuka jurusan khusus. Kamu harus diterima di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) jenjang S1. Kampus yang terletak di Serpong, Tangerang, ini membuka dua peminatan untuk DKV, yaitu Desain Grafis dan Desain Media Interaktif. Nah, kamu bisa pilih pilihan kedua.

Lewat peminatan Desain Komunikasi Interaktif, kamu akan dibekali ilmu tentang dunia game. Misalnya, mata kuliah Game Design, Character Design, 3D Animation, Sound Design Interaction, dan Special Makeup Effect. Para lulusannya tentu diprospek untuk berkecimpung di dunia game seperti 3D Game Modeler, Character Animator, Game Art Director, Game Designer, Game Designer, dan Game Producer.

Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya

Untuk mengambil jurusan game di ITS, kamu harus lulus jenjang S1 dulu karena jurusan ini khusus mahasiswa jenjang S2. Program S2 Game Technology di ITS merupakan gabungan antara bidang desain grafis dan teknik komputer. Jurusan ini juga merupakan hasil kerja sama dengan Depdiknas Biro Perencanaan Luar Negeri (PKLN).

Selain berpeluang untuk mendapatkan ijazah dari ITS, mahasiswa juga bisa mendapatkan satu ijazah lagi lewat program double degree dari universitas terkemuka luar negeri. Yaitu Darmstadt University of Applied Sciences di Jerman, National Taiwan University of Science Technology (NTUST) di Taiwan, dan Curtin University di Australia. Jadi, kamu akan kuliah di ITS selama satu tahun, dan satu tahun lagi di salah satu dari tiga universitas itu.

Tahu tidak, Organisasi riset dunia gaming Newzoo menyatakan Indonesia adalah pasar game terbesar di Asia Tenggara pada 2017. Dengan pendapatan USD 840 miliar, jumlah itu diprediksi meningkat dua kali lipat pada 2019. ***

Respon Anda?

komentar