batampos.co.id – Untuk meningkatkan suplai ke pelanggan dan menjaga keaandalan, PT Adhya Tirta Batam (ATB) kembali melakukan pekerjaan. Pekerjaan penguatan jaringan di lakukan di sebagian wilayah Batuaji (area DMZ 9). Pekerjaan ini dilaksanakan mulai pada awal Februari 2017.

“Pemindahan Tapping DMZ 9 ini untuk memberikan efisiensi dari suplai air yang berasal dari IPA Mukakuning,” jelas Muflikhin, Manager Project ATB Jumat (27/1)

Muflikhin menjelaskan, pekerjaan perubahan operasional rezim  yang dilakukan akan berlangsung selama 60 hari kerja. Fokus pekerjaan di bagi dalam beberapa bagian, diantaranya pemindahan koneksi, borring dan Hot Tapping.

“Pekerjaan akan lebih banyak pada Hot Tapping. Ada sekitar 14 titik pekerjaan di area DMZ 9, namun hanya bersifat pekerjaan kecil,” ungkap Muflikhin

Selama ini wilayah DMZ 9 belum maksimal  memanfaatkan suplai dari tanki Mukakuning dan Tembesi. Nantinya, DMZ 9 akan mendapat suplai dari kedua tanki tersebut melalui jalur pipa 600 mm dan pipa 800 m yang belum lama ini telah terpasang.

“Metode pekerjaan lebih banyak menggunakan Hot Tapping dan pemindahan ke koneksi baru DN 800 untuk area DMZ 9” jelasnya

Pemindahan Tapping di jalur DMZ 9 meliputi area top 100 Tembesi sampai ke simpang makam aviari. Area DMZ 9  akan di suplai oleh tanki Tembesi.

“Semua percabangan yang masuk ke DMZ 9 dari mulai area Parisa, Nusa Batam, Pelangi, Merapi Subur sampai ke top 100 Tembesi  nantinya akan mendapat suplai dari tanki Tembesi yang diisi oleh IPA Mukakuning sedangkan tanki Mukakuning diisi oleh IPA Duriangkang,” jelas Muflikhin.

Meski dilakukan pekerjaan pemindahan koneksi baru, namun suplai ke pelanggan tetap diusahakan bisa mengalir.

Mengingat jenis pekerjaan yang dilakukan tergolong kecil, gangguan aliran air terkait pekerjaan hanya bersifat lokal.

“Suplai tidak akan terganggu lama, paling hanya bersifat lokal yang terganggu seperti satu area perumahan saja dan tidak menyeluruh area Batu aji,” ujarnya

Pekerjaan yang direncanakan tersebut di perkirakan selesai selama 2 bulan kedepan dengan waktu pelaksanaan 60 hari, dengan catatan tidak ada kendala pada cuaca maupun di perizinan.

Mengingat area tersebut membutuhkan perizinan PU Nasional maupun dari BP Batam.

Sebelum dilakukan pekerjaan pemindahan ke koneksi sambungan baru, suplai dari tanki yang ada belum maksimal terutama dalam hal efisiensi.

Tanki Mukakuning memiliki elevasi yang tinggi dan tekanan yang besar sedangkan tanki Batuaji memiliki kapasitas yang besar namun tekanan kecil

“Untuk kondisi ini tangki dengan tekanan besar dikirim ke daerah yang jauh dan elevasi tinggi, sedangkan tanki dengan tekanan yang kecil untuk daerah terdekat dengan elevasi rendah, konsepnya nanti setelah selesai akan lebih efisien dari energi dan lainnya,” tutupnya. (rilis)

Respon Anda?

komentar