batampos.co.id – Natuna yang memiliki potensi alam yang tak kalah menariknya dibanding Anambas, ternyata dinilai sudah kalah cepat.

Salah satunya adalah bidang pariwisata, kini Anambas sudah memiliki izin sebagai entry exit point kapal yacht. Bahkan dalam waktu dekat akan meresmikan wisata unggulannya, Pulau Bawah.

Pada kunjungan Bupati Anambas Abdul Haris pekan lalu di Natuna menyatakan, pihak Anambas mengharapkan Natuna segera memiliki entry exit point kapal yacht. Sehingga setiap rute yacht ke Anambas, sekaligus dapat menyinggahi pesona wisata bahari di Natuna.

Mantan anggota DPRD Natuna tersebut juga mengundang Pemerintah Kabupaten Natuna pada peresmian wisata Pulau Bawah di Anambas yang direncanakan pada bulan Mei mendatang.

“Kami berharap dibidang pariwisata, antara Anambas dan Natuna sama-sama berkembang. Alhamdulillah sekarang kapal yacht dari manca negera sudah bisa masuk, tanpa harus melewati Batam lagi. Tapi berlayar dari daerah mereka, langsung ke Anambas. Tentu mereka juga berminat ke Natuna pastinya,” ungkap Haris pekan lalu saat bersilaturahmi dengan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan jajaran Pemkab Natuna.

Menanggapi hal ini Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengakui, dibidang pariwisata Natuna kurang cepat dibanding Anambas. Pemerintah Anambas sudah memiliki wisata bahari Pulau Bawah yang berkelas dunia. Sementara Natuna masih berkutat dengan persiapan pengembangan pariwisata.

Pengembangan bidang pariwisata kata Yusripandi, salah satu sektor pendapatan asli daerah yang sangat berpotensi. DPRD berharap, dengan pejabat baru di Dinas Pariwisata saat ini, bisa memberikan gebrakan baru dan bukan hanya sekedar wacana.

“Seperti semboyan Pak Bupati, Natuna perlu kerja cepat mengejar ketertinggalan. Termasuk bidang pariwisata ini. Natuna sudah kalah cepat majunya dibanding Anambas,” sebut Yusripandi, Senin (31/1).

“Bidang pariwisata memang harus sama-sama kita kawal, supaya lebih maju. Data saat ini pun, tidak banyak kunjungan wisatawan asing ke Natuna. Bahkan PAD dibidang pariwisata juga nihil,” ujar Yusripandi.(arn)

Respon Anda?

komentar