Pekerja membongkar beras Bulog saat operasi pasar di jalan Pemuda Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Urusan Logistik (Bulog) Tanjungpinang telah menyediakan stok beras kualitas medium dan premium sebanyak 7.200 ton. Dengan stok tersebut dipastikan mampu memenuhi kebutuhan hidup 230 ribu jiwa masyarakat yang berdomisili di empat kecamatan sampai 10 bulan kedepan.

“Stok beras ini diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan bagi masyarakat hingga 10 bulan ke depan. Jadi beras untuk masyarakat miskin (raskin) dan umum (komersil) sudah aman,” ujar Kepala Bulog Tanjungpinang, Umar Syarif ketika Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tanjungpinang, di Ruang Rapat Raja Haji Kantor Walikota Tanjungpinang, kemarin.

Dikatakannya, untuk ketersedian stok beras berkualitas medium atau raskin yang ada di gudang bulog sebanyak 2.200 Ton. Beras medium itu diperuntukan memenuhi kebutuhan masyarakat miskin yang terdata di Tim Nasional Perecepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sebanyak 10.996 orang. Namun dari hasil operasi pasar di beberapa wilayah banyak dijumpai masyarakat miskin kurang berminat mengkonsumsi beras kualitas tersebut. Sebab rata-rata dari mereka sudah terbiasa dengan beras berkualitas premium.

Agar kebutuhan masyarakat yang terbiasa mengkonsumsi beras kualitas medium terpenuhi, Kata dia, bulog akan mendatangkan beras tersebut dari daerah luar sebanyak 5000 Ton. Dengan begitu kebutuhan masyarakat terhadap dua kualitas beras tersebut dapat dipastikan aman dari Januari-Oktober.

“Jadi 7.200 Ton beras kualitas medium dan premium sudah kita sediakan. Bahkan harga beras tersebut di pasaran juga dapat dipastikan masih stabil,” bebernya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemko Tanjungpinang, Ali Hisyam mengatakan Pemko Tanjungpinang akan melakukan dua strategi untuk mengendalikan inflasi di daerah ini. Diantaranya dengan meningkatkan koordinasi antar instansi terkait yang tergabung dalam TPID Tanjungpinang dan melakukan upaya untuk ketahanan pangan.

“2017 ini kita akan gunakan dua strategi untuk kendalikan inflasi. Sebab dengan begitu semua permasalahan bisa tertangani dengan baik,” katanya.

Strategi pertama, Kata dia, seluruh instansi di TPID diwajibkan menggelar rapat koordinasi (rakor) setiap bulannya. Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk menekan harga kebutuhan bahan pokok di pasaran agar tetap stabil. Sedangkan yang kedua, lanjutnya, melakukan kerjasama dengan daerah penghasil kebutuhan pokok. Diantaranya melalui penandatanganan MoU dengan Kabupaten Kulonprogo dan Sleman serta beberapa wilayah di Sumatera.

Dengan strategi tersebut, sambungnya, seluruh kebutuhan pokok di Tanjungpinang tidak akan mengalami permasalahan lagi. Baik dari sisi harga setiap komoditinya maupun ketersediaannya.

“Kita juga akan tingkatkan tata niaga melalui BUMD. Sebab lembaga itu yang selama ini telah berperan aktif mengendalikan komoditi kebutuhan bahan pokok di pasaran,” ungkapnya. (ary)

Advertisement
loading...