Charlotte, Evelyn, dan Attila Szakacs. (Mercury Press, Media Ltd via Daily Mail)

batampos.co.id – Charlotte Szakacs, 21, melahirkan anak pertamanya pada Desember 2016. Namun, Perempuan dari York, Inggris, itu kehilangan bayinya.

Evelyn Szakacs yang dilahirkannya meninggal dunia setelah empat pekan dilahirkan. Evelyn menderita kelainan kromosom dan membuatnya tidak mampu bertahan hidup.

Namun, Charlotte masih bisa merasakan menjadi ibu walau sebentar. Sebuah rumah perawatan menyediakan selimut dingin yang bisa mengawetkan mayat seseorang. Dan, Charlotte pun membawa pulang tubuh Evelyn yang sudah membeku tak bernyawa. Selama 16 hari, Charlotte dan suaminya, Attila, merawat bayi mereka yang sudah tiada bak masih bernyawa.

Perempuan 21 tahun itu menghabiskan 12 hari di rumah sakit untuk merawat mayat Charlotte untuk membawanya pulang. Kemudian, selama empat hari mayat Charlotte berada di rumah sampai dimakamkan.

”Banyak orang yang heran dengan kami. Ibu-ibu yang lain mengatakan kalau apa yang kami lakukan ini bisa membantu menguatkan kami,” katanya.

Ditambahkan Charlotte, keputusannya memang bukan pilihan yang baik untuk orang lain.

Namun bagi mereka, sangat penting untuk bersama keluarga dan dekat dengan bayi kami.

”Saya pikir, menghabiskan waktu dengannya menimbulkan perbedaan yang signifikan. Bisa melakukan banyak hal dengan bayi Anda disaat mereka sudah tiada sangat membantu secara emosional,” ulasnya.

Charlotte mengakui, dia sangat gugup saat membawa Evelyn pulang. Tetapi, rasa itu berubah menjadi kebahagiaan.

”Ini semua bukan sekadar demi kami. Tetapi, ini untuk Evelyn juga,” papar Charlotte. (DAILY MAIL/tia)

Respon Anda?

komentar