Iklan

batampos.co.id – Tiga dari enam rancangan peraturan daerah (ranperda) inisiatif DPRD Batam diusulkan dari komisi II. Ketiga ranperda ini turut menjadi Program Legislasi Peraturan Daerah (Prolegda) di tahun 2017.

Iklan

“Komisi II ada tiga ranperda inisiatif,” ujar Ketua badan peraturan daerah (baperda) DPRD Batam, Idawaty Nursanti, kemarin.

Ketiga ranperda usulan wakil rakyat Batam tersebut ialah pembinaan dan pengawasan produk halal higienis, pelestarian seni budaya melayu serta ranperda tentang pengaturan komponen dan pembiayaan sekolah swasta.

“Ketiganya diluncurkan tahun 2017 ini,” sambung Ida.

Pengusung ranperda produk makanan dan sertifikasi halal higienis, Aman mengatakan, ranperda ini masuk prolegda di semester awal 2017. Menjadi penting untuk memberi kenyamanan dalam mengonsumsi makanan dan minuman.

“Pemerintah daerah berkewajiban memiliki produk hukum tersebut, untuk melindungi konsumen, terutama masyarakat muslim,”terang Aman.

Terlebih warga Batam kental dengan budaya dan suku Melayunya. Dengan perda tersebut, akan ada sanksi tegas bagi pengusaha kafe, restoran, dan pelaku UKM yang memproduksi makanan tanpa mengantongi sertifikat halal.

“Singapura saja bisa tegas. Kenapa Batam yang mayoritas muslim tidak bisa menerapkan,” ucapnya.

Subtansi dari ranperda ini ialah pengawasan dan pembinaan. Hal ini tentu saja meningkatkan potensi wisata kuliner di Batam. Karena dengan adanya produk halal dan higienis tersebut wisatawan akan merasa aman dan nyaman.

“Potensinya sangat besar, apalagi saat ini pemerintah pusat tengah menggalakan wisata syariah,” sambungnya lagi.

Dalam menghasilkan produk daerah yang berkualitas, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap dukungan semua pihak. “Kita minta dukungan pemko Batam, seluruh ormas islam dan (MUI) Batam,” katanya.

Ranperda pengaturan komponen pembiayaan sekolah swasta mengatur sisi pembiayaan sekolah swasta. Di sini pemerintah juga memiliki tanggungjawab terkait sekolah-sekolah swasta, terutama dalam menentukan uang sekolah.

“Jadi tak suka-suka lagi untuk uang sekolah dan pembiayaan pendidikan,” terang Sallon Simatupang, pengusul ranperda ini.

Ranperda pelestarian seni budaya melayu juga tak kalah penting mengingat, kepastian dalam melindungi dan meningkatkan seni dan budaya melayu di Batam. Dibentuk dengan tujuan menujukan jati diri dan identitas daerah. (rng)