Iklan

batampos.co.id – Tim Yustisi yang merupakan bentukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam menyegel satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar yang berada di daerah Batam Center pada awal Tahun 2017 ini.

Kepala DLH Kota Batam, Dendi Purnomo mengungkapkan awal tahun ini Tim Yustisi berhasil menemukan satu kasus pelanggaran Peraturan Daerah (Perda ) nomor 11 Tahun 2013 tentang  masalah sampah.

“Tim kami menemukan satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar di daerah Batam Center,” kata dia, Kamis (2/2).

Gunungan sampah hampir mencapai setengah hektar sampah ini, diduga bersumber dari Pasar Botania. Keberadaan TPA liar ini menurutnya dikendalikan oleh beberapa orang yang biasanya menangani pengelolaan sampah disana.

“TPA liar saat ini telah kami segel dan terus diawasi,” sebut pria asal Bandung ini.

Dia menjelaskan, dari temuan di lokasi, keberadaan TPA liar ini sudah dilakukan sejak satu tahun lalu. Pelanggaran yang dilakukan meliputi pembuangan sampah  ilegal karena dilakukan di luar TPA Punggur, dan tindakan tersebut dilakukan secara berkelanjutan.

“Sudah kami panggil berapa orang untuk dimintai keterangan terkait keberadaan TPA liar ini. Harusnya mereka buang ke TPA Punggur, ini malah buat TPA sendiri,” ujar mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Batam ini.

Dia menambahkan orang- orang yang beraktivitas di Pasar Botania kabarnya juga tidak mau membayar retribusi sampah. Berdasarkan ketentuan, pelanggaran sampah ini bisa dikenakan hukuman denda Rp 300- 50 juta. Namun demikian hukuman bisa saja lebih berat karena dilakukan secara berkelanjutan.

“Bisa dikenakan pasal berlapis kalau yang ini, karena sudah buang sembarang tempat, dan berkelanjutan, dan tidak mau membayar retribusi lagi,”ungkap pria berkacamata ini. (cr17)

Advertisement
loading...