Iklan
Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos)

Peristiwa ini terjadi di Pittsburgh, Amerika Serikat.

Iklan

Ceritanya begini…

Akhir Januari lalu, Marco Ortiz, pria keturunan Meksiko, mengadakan pesta minuman keras bersama seorang temannya di apartemen. Pengaruh alkohol membuat mereka kehilangan kendali. Alhasil, Ortiz dan si teman teler berat. Pembicaraan mereka ngelantur tanpa arah.

Nah, dalam sebuah kesempatan, mereka membicarakan Trump.

’’Saat itu aku bilang, ’Jangan-jangan kita dipulangkan Trump ke Meksiko nih’,’’ kata Ortiz.

Siapa sangka, pernyataan Ortiz itu membuat temannya tersulut emosi.

’’Dia mengamuk dan menggigit telingaku,’’ ujarnya sebagaimana dikutip Express.

Tahu telinganya putus, Ortiz shock. Terlebih saat melihat cuilan telinganya jatuh ke lantai.

’’Menjijikkan dan mengerikan, aku tidak bisa mikir. Aku sampai mengompol saking takutnya,’’ ucapnya.

Ortiz bergegas meminta bantuan ke stasiun pengisian bahan bakar terdekat. Sementara itu, si teman kabur.

Ortiz mengungkapkan, temannya itu memang punya fobia dengan nama Trump. Terutama sejak miliuner dan pemilik beragam bisnis tersebut menjadi presiden.

’’Dia bisa uring-uringan. Apalagi, saat mabuk dan menyebut nama Trump, dia bisa edan,’’ jelasnya. (Express/fam/c14/ca)