Iklan
Alat berat ekskavator dikerahkan oleh tim terpadu untuk membongkar paksa jembatan yang dibuat oleh pengembang di Seilangkai, Sagulung yang mempersempit sungai, Senin (9/1/2017).
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pelebaran alur sungai Seilekop belum rampung sampai saat ini. Imbasnya sungai tak bisa berfungsi normal saat air laut pasang ataupun hujan deras. Ukuran sungai yang telah dipersempit oleh aktivitas reklamasi tak mampu menampung debit air baik saat air laut pasang ataupun saat hujan deras.

Iklan

Imbasnya air pembuangan dari berbagai pemukiman warga di Sagulung dan Batuaji tak bisa mengalir ke alur sungai yang jadi saluran pembuangan utama ke pesisir pantai itu.

Ribuan warga yang berdiam di lokasi alur sungai tersebut masih diliputi perasaan was-was karena takut rumah mereka terendam banjir akibat penyempitan alur sungai tersebut.

“Sejak alur sungai dipersempit, air di parit depan perumahan ini tak bisa ngalir kalau lagi pasang atau hujan lebat. Selalu kuatir banjir kalau hujan apalagi saat air pasang,” ujar Mardiman, warga perumahan Puteri Hijau yang lokasinya tak jauh dari lokasi penyempitan alur sungai tersebut, kemarin (2/2).

Camat Sagulung Reza Khadafi sebelumnya, mengakui hal itu. Jika alur sungai tersebut tak segera dinormalisasikan, maka bukan saja warga Sagulung yang berdiam di alur sungai yang terkena imbas tapi sebagian warga Batuaji juga. Itu karena alur sungai tersebut menjadi satu-satunya saluran pembuang utama bagi warga Batuaji yang berdiam di wilayah Aviari dan sekitarnya dan sebagian besar warga Sagulung.

“Imbasnya ya pasti banjir, makanya sungai itu harus segera dinormalisasikan lagi, karena itu satu-satunya sungai yang menjadi saluran pembungan utama di Sagulung dan Batuaji,” ujar Reza.

Kekuatiran warga itu sudah ditanggapi oleh tim gabungan dari pihak kecamatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Lingkungan Hidup kota Batam berupa pemberhentian aktifitas reklamasi dan kembali menormalisasikan alur sungai tersebut. Namun demikian upaya normalisasi dari Dinas PU belum sepenuhnya rampung sehingga alur sungai tersebut masih sempit dan masih menjadi ancaman serius bagi warga di sekitarnya.

Pantauan di lapangan, siang Kemarin, lokasi alur sungai yang dipersempit itu belum semuanya dilebarkan kembali seperti semula. Lokasi sungai yang sebelumnya telah dijadikan jembatan oleh pihak proyek reklamasi juga belum dilebarkan kembali seperti semula. Pelebaran baru sekitar enam meter. Padahal luas awal sungai di titik pembangunan jembatan itu juga mencapai setenga lapangan sepak bola.

Meskipun normalisasi belum semuanya rampung, namun di lokasi sungai yang dipersempit itu tak ada lagi aktifitas pekerjaan normalisasi.

Informasi yang disampaikan pihak kecamatan, pemberhentian proyek normalisasi tersebut karena alat berat dari Dinas PU yang berkerja mengeruk kembali alur sungai tersebut sedang ada pekerjaan di lokasi lain, sehingga untuk sementara waktu dihentikan sementara.

“Tapi itu akan tetap dilanjutkan. Targetnya memang harus kembali seperti semula sungai itu,” kata Reza. (eja)