Iklan
ilustrasi
foto: rezaa herdiyato / batam pos

batampos.co.id – Kiprah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Batam atau PT Pembangunan Batam kembali disorot. Pasalnya, setelah tahun ini tak begitu signifikan kiprahnya, BUMD tersebut juga tidak memberikan keuntungan yang jelas kepada masyarakat Batam.

Iklan

Udin P Sihaloho, anggota banggar DPRD Kota Batam, menegaskan kinerja BUMD Batam harus dirasakan masyarakat luas sesuai dengan tujuan awal dibentuknya BUMD tersebut. Dia menilai, kehadiran BUMD itu sudah lari dari tujuan dan konsep awal pembentukannya.

“Kan sudah jelas, dari awal itu dibentuk tujuannya untuk masyarakat luas dan menekan inflasi. Tapi lita saja sekarang, mungkin banyak masyarakat yang tidak tahu mengenai keberadaan BUMD ini,” kata Udin, kemarin.

Udin mengatakan, Wali Kota harus berani mengganti Direktur BUMD, tanpa surat rekomendasi DPRD. Hasil evaluasi terhadap kinerja dan capaian BUMD, bisa jadi dasar. Dimana, Wali Kota Batam, Rudi berhak untuk melakukan pergantian Direktur BUMD.

“Kan dasarnya pada evaluasi dan capaian kinerja BUMD. Kalau tidak jelas hasil kerjanya ngapain dipertahankan,” tegasnya.

Menurutnya, tidak perlu menghitung untung yang diberikan BUMD Batam. Tetapi harus dihitung apa sih yang sudah mereka sumbang untuk masyarakat Batam. Pemko berpotensi mendirikan usaha sendiri, seperti mendirikan hotel atau membentuk BPR sendiri.

“Kita juga sudah usulkan, mendirikan BPR, tapi tidak ada. Mereka tidak kreatif,” cetusnya.

Sallon Simatupang, wakil ketua Komisi II DPRD Kota Batam menyarankan agar pimpinan BUMD Batam diganti. Core bisnisnya juga dikembalikan sesuai dengan tujuan awal. Terutama dalam mendukung program pemerintah dan membantu kontrol harga sembako.

“Perlu diingat, tujuan utama dibentuk adalah untuk melayani sembako ke masyarakat dan juga untuk menekan inflasi. Tetapi yang kita lihat sekarang sudah beda. Jadinya sekarang mereka (BUMD Batan) jadi jualan gas,” kata Sallon.

Pergantian ini dirasa Sallon mendesak, mengingat dana yang diberikan untuk BUMD tidak memberikan manfaat. “Ada untung tapi tak signifikan. Itupun baru baru di dua tahun terakhir. Mending sediakan sembako bagi masyarakat, ada manfaatnya,” cetusnya.

Selain itu, pegantian ini untuk penyegaran. Pasalnya sejak berdiri 15 tahun yang lalu (2002-2017) BUMD Batam masih menjadi polemik. Modal yang dikucurkan Pemko Batam senilai Rp 2,2 miliar hingga kini pun tidak diketahui pertanggungjawabannya.

Alasan itu juga diakui Sallon sebagai salah satu dasar DPRD Batam, untuk tidak menyetujui usulan penambahan anggaran BUMD. “Orientasi bisnisnya harus diubah, Makanya tahun ini (2017-red) kita minta diganti dengan mereka yang lebih fres,” imbuhnya.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto menilai kehadiran BUMD itu sudah lari dari konsep awal. Dimana, BUMD belakangan menjadi jualan gas, sehingga fungsinya untuk masyarakat tidak terasa “BUMD di Batam ibarat mati suri. Maka kita sarankan diganti,” harapnya.

Terkait anggaran, diakui Nuryanto, pihaknya sudah pernah menawarkan tambahan anggaran. Namun ditolak BUMD. “Kita pernah bahas, tidak mau ditambah modal. Mereka tidak mau. Jadi modal sekali saja. Kinerjanya tak maksimal,” sambung Nuryanto.

Nuryanto juga meminta agar keberadaan adan usaha kepelabuhanan (BUP) dievaluasi. Walau diakui, BUP dibentuk berdasarkan Perda khusus BUP. Dimana, setelah dibentuk melalui perda dan anggaran dikucurkan untuk pembentukan, malah tidak jalan.

“BUP tidak jelas. Mereka hanya minta anggaran dana pembentukan. Tapi sampai disitu saja,” keluh Nuryanto.

Selanjutnya, BUP tidak ada lagi meminta penyertaan modal lewat APBD. Sementara saat Dinas Perhubungan Pemko Batam mengajukan BUP, konsepnya dinilai baik. Namun selanjutnya tidak jelas kelanjutannya. “Makanya, kita sarankan itu dievaluasi,” imbuh dia.

Ditemui di tempat terpisah, Wali Kota Batam Muhammad Rudi merespon positif usulan pergantian direktur BUMD tersebut. Rudi sepakat, Direktur BUMD berjiwa pengusaha. Namun untuk memudahkan pergantian Direktur BUMD, diminta ada surat dari DPRD Batam.

“Buat surat resmi, saya akan jalankan yang terbaik. Saya juga mengharapkan BUMD benar-benar punya visi pengusaha,” ucap Rudi. (rng)