Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta agar setiap lokasi di Kota Batam diberi nama khusus. Tujuannya, agar masyarakat maupun wisatawan yang datang bisa lebih mengenal lokasi yang sedang mereka datangi.

“Saya titip kepada pak Wakil Walikota (Amsakar, Pak sekda (Jefridin) dan pak yusfa (Kadisperhubungan) untuk bisa memberi nama khusus, agar mudah diingat dan dikenal,” kata Rudi saat bersilaturahmi dengan masyarakat Windsor, Lubukbaja, kemarin.

Menurut dia, pihak terkait bisa menganti nama suatu daerah jika dirasa tidak cocok. Dan setelah nama didapat, Dinas Perhubungan pun harus membuat plang nama daerah hingga masyarakat bisa tahu dengan nama baru tersebut.

“Undang seluruh tokoh kira kira nama yang lama kita pakai lagi apa tidak. Kalau tidak kita ganti yang baru seperti contoh Sungaipanas kalau kurang pas katanya ada nama Sei. Seranggong, itu contoh saja,” terang Rudi.

Selain itu, Rudi juga menjelaskan Pemko Batam juga punya rencana menjadikan Batam sebagai kota metropolitan. Sehingga kedepan, pihaknya akan menertibkan bangunan-bangunan yang dianggap melanggar atau tidak pada tempatnya.

“Ini dilakukan karena ingin menjadikan  Batam kota metropolitan. Jadi mau tidak mau kita bongkar saja. Dan kami butuh dukungan bapak ibu sekalian. Dan setiap jalur bisa kita buat tiga lajur,” jelas Rudi.

Dijelaskannya, tahun ini pemerintah akan memperlebar 7 ruas jalan antara lain. Jalan simpang BNI sampai. Fly Over (SimpangJam), simpang Telkomsel sampai simpang kolekta, selanjutnya dari simpang telkomsel sampai underpass, dan yang terakhir di tanah longsor khusus simpang frengky sampai underpass di bantu dana dari Pemerintah Provinsi.

“Bisa dibayangkan simpang Frengky sampai underpass  akan jadi lebar sekali. Bisa dijadikan percontohan karena lebarnya sampai 50 meter,” imbunya.

Menurut dia, kebijakan pembangunan infrastruktur khususnya jalan dilakukan dengan mengurangi biaya perjalanan dinas. Karena itu, ia meminta agar semua pihak bisa ikhlas demi Kota Batam lebih baik lagi.

“Dengan ikhlas kita bisa memadukan masyarakat Kota Batam. Jangan mau dipanas panasi dan fitnah, jangan cari salah yang penting tujuan kita bisa tercapai secara bersama sama,” harap Rudi mengakhiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur mengatakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Batam tak cukup untuk membiayai pembangunan jalan di Batam. Karena itu, Pemko Batam meminta bantuan kepada pemerintah pusat.

“Beberapa jalan mau kita bangun, tapi anggaran kurang. Kita sudah minta bantuan pemerintah pusat lewat proposal yang telah diajukan beberapa waktu lalu,” katanya.

Dijelaskannya, beberapa jalan yang akan dibangun sudah dibuat proposal dan diajukan ke pusat. Diantaranya, jalan Batamcenter dari Simpang BI tembus ke SMA 3 Bandara, jalan lingkar dan beberapa jalan lainnya yang membutuhkan anggaran sangat besar.  Pihaknya juga menyurati terkait pembangunan jembatan layang di Simpang Kabil. Pembangunan jembatan layang ini, tak kunjung jelas kapan akan dibangun meskipun sebelumnya jembatan layang menjadi proyek satu kesatuan dengan pembangunan jembatan layang Simpang Jam.

“Termasuk juga jalan Batuaji menuju Sekupang. Kalau untuk jembatan belum ada jawaban,” jelasnya.

Namun, untuk tujuh ruas jalan yang akan diperlebar tahun sudah siap dikerjakan. Namun, ia tak ingat detail  anggaran yang telah disiapkan untuk perbaikan dan pelebaran tujuh jalan tersebut.

“Detail anggaran setiap titik tak ingat saya. Namun untuk perlebaran jalan secara keseluruhan sekitar Rp 50 miliar,” imbuhnya. (she)

Respon Anda?

komentar