Proses belajar di SMAN 4 Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id -Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Arifin Nasir mengatakan, Disdik Kepri sudah merampungkan proses verifikasi guru honorer di empat daerah yang ada di Provinsi Kepri. Proses verifikasi dan seleksi administrasi ditargetkan rampung pada akhir Februari ini. Disdik juga akan melakukan verifikasi terhadap 700 Guru Tidak Tetap (GGT) di lingkungan Pemprov Kepri.

“Selain menggesa proses verifikasi dan seleksi administrasi terhadap guru honorer yang di SK-kan Bupati/Walikota dan komite sekolah. Kami juga akan menggesa hal yang sama bagi 700 GGT yang ada di lingkungan Pemprov Kepri sekarang ini,” ujar Arifin Nasir menjawab pertanyaan Batam Pos, Senin (6/2 ) di Tanjungpinang.

Terkait verifikasi dan seleksi administrasi terhadap guru honorer SMA/SMK yang diputuskan oleh Bupati/Walikota maupun komite sekolah, pihaknya sudah menyelesaikan di Kabupaten Karimun, 387 guru honorer. Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, apabila dibagungkan jumlahnya hampir sama dengan Karimun. Disebutkan Arifin, sejauh ini Batam menjadi daerah terbanyak dengan jumlah 540 orang.

“Di Batam memang ada beberapa yang tidak ikut. Sedangkan yang ikut, secara umum sudah memenuhi syarat dan ketentuan yang sudah dilakukan,” jelas Mantan Kadis Kebudayaan Pemprov Kepri tersebut.

Ditegaskan Arifin, bagi GTT Provinsi yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan, tetap akan diberdayakan. Yakni akan dikembalikan kepada Kabupaten/Kota. Diungkap Arifin, dari hasil evaluasi sejauh ini, guru yang sesuai dengan kompetensi disiplin ilmu memang masih terbatas. Atas dasar itu, pihaknya sudah melakukan pengelompokan sesuai dengan kemampuan akademiknya.

“Memang banyak disiplin limu yang bukan pendidkan, seperti Ekonomi, Akusnasi dan Komputer. Bahkan jumlahnya juga besar. Makanya kita buat pengelompokan-pengelompokan,” papar Arifin.

Dikatakannya juga, bagi GTT Provinsi yang bertugas di daerah-daerah seperti Tembelan, pihaknya tidak akan memberatkan pada GGT. Karena cukup hanya dengan mengirim syarat-syarat yang dibutuhkan melalui email ataupun whats app kepada tim yang sudah dibentuk. Menurut Arifin, proses ini merupakan tahapan sebelum melakukan perpanjang kontrak.

Ditambahkan Arifin, untuk verfikasi dan seleksi administasi bagi guru honorer Kabupaten Lingga akan dilakukan pada 9 Februari mendatang. Selanjutnya daerah yang akan difokus untuk dikejar adalah Natuna dan Anambas. Arifin punya keyakinan, paling lama akhir Februari ini proses ini sudah selesai dilakukan. Sehingga bisa segera dilaporkan kepada Bapak Gubernur.

“Kalau Gubernur setuju, maka Pemprov Kepri akan mengeluarkan SK menjadi GTT Provinsi Kepri sesuai yang menjadi tuntutan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah,” tutup Arifin.(jpg)

Respon Anda?

komentar