Ilustrasi

atampos.co.id – Meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam 2017 telah diketok, ternyata belum bisa langsung digunakan. Akibatnya, tak hanya proyek-proyek fisik tertunda,  gaji pegawai honorer di Batam juga tersendat.

Iklan

Di Dinas Pendidikan, semua guru honorer belum gajian. Padahal, sudah masuk bulan kedua 2017.

“Kemarin katanya seperti nunggu APBD disahkan, namun hingga sekarang belum cair juga, padahal APBD sudah disahkan beberapa waktu lalu,” ujar Iq, salah seorang guru honorer yang ditemui Batam Pos, Senin (6/2).

Dia menuturkan macetnya pembayaran gaji benar-benar menjadi masalah serius bagi honorer. Apalagi yang telah berkeluarga. Berbagai kebutuhan keluarga dan anak-anak mereka tak bisa ditunda, sementara gaji tertunda.

“Gimana rasanya ga gajian sebulan, pasti berharap sekali cepat dicairkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin membenarkan gaji tenaga honorer belum bisa dicairkan, meski sudah aman, namun ia tak bisa menjanjikan kapan pencairan.  “Harap bersabar,” kata dia.

Tidak saja tenaga honorer yang merindukan gajian, PNS di lingkungan Pemko Batam juga tengah menunggu kepastian pencairan tunjangan mereka.

“Ada kenaikan tunjangan tahun ini. Kami tunggu saja,” kata salah seorang PNS, Sy, di Sekupang.

Tak hanya di Disdik Batam, ratusan honorer di RSUD Embung Fatimah juga belum menerima gaji penuh. Tidak tanggung-tanggung, gaji mereka dipotong setengah atau 50 persen dari gaji pokok.

“Sudah tiga bulan gaji kami hanya separuh saja. Padahal kerja kami disoroti terus oleh semua orang,” ujar Ns, salah seorang pegawai honorer RSUD.

Meskipun gaji yang diterima hanya separuh saja, namun pelayanan medis di RSUD tetap dituntut untuk maksimal.

Sejauh ini memang belum ada kendala berarti apapun dengan tugas dan tanggung jawab mereka, namun  Ns dan rekan-rekannya sangat berharap gaji mereka dibayarkan penuh.

“Kami harus fokus kerja. Tapi kalau begini terus kondisinya bisa berpengaruh nanti. Bagaimana mau kerja maksimal sementara gaji kami dibayar separuh saja,” tutur Ns.

Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Ellin Sumarni, membenarkan adanya persoalan tersebut. Memang sudah hampir tiga bulan belakangan ini ratusan pegawai honorer di RSUD belum bisa menikmati gaji utuh.

“Cukup banyak tenaga honorer di sini. Dari total 235 pegawai, 60 persen  pegawai honorer,” ujarnya.

Sejauh ini sambung Ellin memang ada keluhan atas ketersendatan gaji tersebut, namun tak berpengaruh dengan pelayanan medis di RSUD.

“Namanya gaji tak bayar penuh pasti tanya-tanya juga mereka. Tapi itu tadi, karena ini BULD (Badan Layanan Umum Daerah) masih bisalah kita talangi seperti dana Remonisasi (Bonus tambahan),” ujar Ellin. (cr17/eja)