Sejumlah pekerja saat mengerjakan pelabuhan Domestik Punggur, (27/1). Pelabuhan tersebut merupakan akses pelabuhan fery yang menghubungkan dari Batam ke beberapa daerah. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pembangunan Pelabuhan Telagapunggur yang semulanya dijadwalkan selesai pada akhir Januari lalu. Tapi hingga kini pembangunan pelabuhan ini masih tetap berjalan. Dari pantuan Batam Pos, masih terlihat beberapa pekerja yang memoles pelabuhan ini.

Iklan

Direktur Humas BP Batam Andi Antono menyebutkan pada akhir bulan ini, pembangunan pelabuhan tersebut rampung.

“20 Januari selesai,” katanya pada Batam Pos, Senin (6/2).

Saat ditanya alasan kembali molornya penyelesaian pembangunan ini. Ia mengatakan bahwa suplai bahan bangunan juga terhambat. Hal ini diakibatkan toko-toko bangunan, baru mulai buka setelah 3 Februari.

“Kan imlek sebelumnya,” tuturnya.

Selain itu , ia mengatakan alasan keterlamatan penyelesaian pelabuhan yang menghubung Batam-Tanjungpinang ini. Disebabkan terkendala pada saat pembongkaran partisi di terminal sementara. Sebab kontraktor pembangunan Pelabuhan Telagapunggur, harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan kantor pelabuhan laut.

“Sebelum dibongkar, koordinasi dulu,” ucapnya.

Akibat kelalaian dari kontraktor, sehingga pembangunan pelabuhan tak selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan. Andi menyebutkan kontraktor dikenakan denda sebesar Rp 1,92 juta perharinya.

“Ya tetep, kan hitungan denda itu per hari. Sampai pekerjaan selesai 100 persen,” tuturnya.

Salah seorang pengguna jasa Pelabuhan Telagapunggur, Dewa pekerja swasta di Tanjungpinang cukup menyesalkan juga pembangunan ini tak kunjung kelar. Sebab dirinya harus membayar tarif pas pelabuhan yang baru, sementara fasilitas yang diterimanya jauh dari kata puas. ”

Inginnya cepat selesai, biar tak macet lagi ke sini. Dan berdebu,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Batam Pos, pelabuhan ini memilki luas sekitar 2.997 meter persegi. Pelabuhan ini nantinya akan memiliki fasilitas parkir biasa, parkir inap, pertokoan, kantor pelabuhan dan area kedatangan dan keberangkatan. Pembangunan pelabuhan menggunakan anggaran senilai Rp 64 miliar, yang dimulai dari pertengahan tahun 2015.
(ska)