Iklan
Keterangan pada label produk Tom Bihn yang menyisipkan permohonan maaf. (huffingtonpost)

batampos.co.id – Ketika rakyat tak suka dengan aksi presidennya ada saja yang ia lakukan sebagai bentuk ekspresi.

Sebuah perusahaan kecil milik Tom Bihn itu menyelipkan permohonan maaf lewat label instruksi mencuci yang kecil mungil. Supaya lebih tersamar, ujaran itu ditulis dalam bahasa Prancis.

Sekilas, tag tersebut hanya berisi instruksi mencuci. Tapi, jika diperhatikan, bagian paling bawah tertulis “Nous sommes desoles que notre president soit un idiot“. Lalu, di bawahnya lagi tertulis “Nous n’avons pas vote pour lui“. Jika diterjemahkan, artinya adalah “Maafkan, presiden kami seorang idiot. Kami tidak memilihnya”.

Perusahaan yang berbasis di Port Angeles, Washington, itu menyatakan, label cuci tersebut dibuat pada 2004. Yakni saat George W. Bush terpilih menjadi presiden.

“Kami pakai bahasa Prancis karena produknya dipasarkan di Kanada yang punya dua bahasa resmi,” tegas mereka sebagaimana dikutip Huffington Post.

Jadi, bukan murni buat Trump!

Bihn menjelaskan, keterangan itu sebenarnya bukan ejekan. Dia bersikeras ungkapan itu tidak perlu dipermasalahkan.

“Orang-orang di sana (seluruh dunia, Red) juga mikir, beberapa presiden adalah idiot. Jadi, kalimat-kalimat itu adalah sebuah pesan universal,” tegas Bihn.

Eh, eh, ada yang mau bikin pesan tersembunyi serupa? Tentang mantan yang susah move on misalnya… (Huffington Post/fam/c19/na)